Hal tersebut ditegaskan Dirjen Pajak Mohammad Tjiptardjo kepada detikFinance, di sela acara Sosialisasi Perpajakan, Bogor, Sabtu (4/12/2010) malam.
"Semua informasi itu akan kita dalami. Data Forbes itu data yang akan kita dalami, kritisi ke sana. Kita ngelirik orang-orang ini. Kalau sudah masuk HWI (Kantor Pajak Orang Kaya) tandanya sudah benar, nanti kita lihat SPT-nya," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengisian SPT kita itu kan self assesment, kalau gak dapat pembanding ya gak bisa apalagi baru data jumlah kekayaannya saja seperti itu (dalam berita di Forbes). Tidak disebutkan apa saja kekayaannya, jumlah rekeningnya," ujar Tjiptardjo.
Namun, menurut Tjiptardjo,i informasi tersebut akan digunakan pihaknya untuk mulai mendalami data pajak ke-40 orang kaya tersebut.
Mengenai adanya beberapa orang kaya tersebut yang tersangkut kasus pajak, Tjiptardjo menegaskan kasus pajak itu bukanlah kasus pajak pribadi melainkan kasus pajak perusahaan.
"Yang bermasalah itu perusahaannya bukan orangnya. Jadi di mata hukum kita hormati," tegasnya.
Seperti diketahui, majalah Forbes telah meluncurkan daftar 40 orang terkaya. Secara keseluruhan, total kekayaan 40 orang terkaya Indonesia di 2010 ini meningkat tajam dari US$ 42 miliar pada tahun 2009 menjadi US$ 71 miliar di tahun 2010. Total kekayaan para taipan tanah air yang mencapai US$ 71 miliar itu, hampir mendekati total cadangan devisa Indonesia yang pada pertengahan November mencapai US$ 93 miliar.
Berikut daftar 40 orang terkaya versi Forbes yang dirilis, Kamis (2/12/2010).
Β Β 1. R. Budi & Michael Hartono US$ 11 miliar
Β Β 2. Susilo Wonowidjojo US$ 8 miliar
Β Β 3. Eka Tjipta Widjaja US$ 6 miliar
Β Β 4. Martua Sitorus US$ 3,2 miliar
Β Β 5. Anthoni Salim U$S 3 miliar
Β Β 6. Sri Prakash Lohia US$ 2,65 miliar
Β Β 7. Low Tuck Kwong US$ 2,6 miliar
Β Β 8. Peter Sondakh US$ 2,3 miliar
Β Β 9. Putra Sampoerna US$ 2,3 miliar
Β 10. Aburizal Bakrie US$ 2,1 miliar
Β 11. Kiki Barki US$ 1,7 miliar
Β 12. Eddy William Katuari US$ 1,65 miliar
Β 13. Edwin Soeryadjaya US$ 1,6 miliar
Β 14. Boenjamin Setiawan US$ 1,5 miliar
Β 15. Garibaldi Thohir US$ 1,45 miliar
Β 16. Sukanto Tanoto US$ 1,4 miliar
Β 17. Theodore Rachmat US$ 1,35 miliar
Β 18. Chairul Tanjung US$ 1,25 miliar
Β 19. Murdaya Poo US$ 1,15 miliar
Β 20. Ciliandra Fangiono US$ 1,1 miliar
Β 21. Benny Subianto US$ 1,05 miliar
Β 22. Arifin dan Hilmi Panigoro US$ 985 juta
Β 23. Sjamsul Nursalim US$ 850 juta
Β 24. Agus Lasmono Suwikatmono US$ 845 juta
Β 25. Kartini Muljadi US$ 840 juta
Β 26. Tahir US$ 805 juta
Β 27. Sandiaga Uno US$ 795 juta
Β 28. Mochtar Riady US$ 730 juta
Β 29. Ciputra US$ 725 juta
Β 30. Hashim Djojohadikusumo US$ 680 juta
Β 31. Harjo Sutanto US$ 350 juta
Β 32. Trihatma Haliman US$ 600 juta
Β 33. Hary Tanoesudibjo US$ 595 juta
Β 34. Kusnan dan Rusdi Kirana US$ 580 juta
Β 35. Wiwoho Baduki Tokronegoro US$ 575 juta
Β 36. Engki Wibowo dan Jenny Quantero US$ 560 juta
Β 37. Husain Djojonegoro US$ 545 juta
Β 38. Eka Tjandranegara US$ 525 juta.
Β 39. Sutanto Djuhar US$ 490 juta.
Β 40. Prajogo Pangestu US$ 455 juta.
(nia/qom)











































