Demikian disampaikan Direktur Pemasaran dan Niaga, Djaelani Sutomo disela-sela peluncuran Pertamax Racing di Sentul, Jawa Barat, Minggu (5/12/2010).
"Itu adalah sebuah konsekuensi, dan tentunya tim kami juga sudah mempersiapkan hal tersebut dengan sedemikian rupa," jelas Djaelani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin tim kami sedang mengembangkan satu zat additive baru yang sekarang lagi dites di Amerika sana, dan ini diambil terbaik dari yang terbaik," ujarnya.
Terkait dengan hal tersebut, Mochammad Harun, selaku VP Corporate Communication Pertamina menjelaska, penambahan zat aditif itu merupakan salah satu langkah yang disiapkan untuk menghadapi persaingan nanti.
"Itu adalah bentuk inovasi dari kami disamping masih ada strategi lain yang tentu kami siapkan," ujar Harun kepada detikFinance.
Mengenai masalah produksi Pertamax mengingat konsumsinya yang akan melonjak karena adanya kebijakan pembatasan BBM, Djaelani menjelaskan hal itu hanya membutuhkan proses konversi.
"Ya itu nanti tinggal dikonversi saja, selama ini kan premium, nanti di situ bisa dikonversi menjadi RON 92. Kita hanya blending saja," imbuh Djaelani.
Seperti diketahui, pemerintah akan segera melarang penggunaan BBM bersubsidi untuk mobil berplat hitam mulai 1 Januari 2011. Larangan itu diberlakukan untuk meredam subsidi BBM mengingat konsumsi BBM bersubsidi yang terus melonjak dari waktu ke waktu.
(qom/qom)











































