Penegasan itu disampaikan Djaelani Sutomo, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina di sela-sela acara peluncuran Pertamax Racing yang diadakan di Sirkuit Sentul, Jawa Barat (05/12/10).
"(Kelangkaan) itu karena sedikit rush saja, karena muncul berita dan muncul hal-hal yang demikian. Tapi itu biasa, biasa terjadi di masyarakat kita," ujar Djaelani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu sebenarnya psikologi saja, jadi ketika di media sudah banyak pemberitaan mengenai isu-isu seperti ini, ya mereka (masyarakat) merasa khawatir. Akibatnya mereka berusaha untuk membeli premium sebanyak-banyaknya bahkan sampai ada yang menimbun," Jelas harun kepada detikFinance.
Djaelani menambahkan, Pertamina sejauh ini selalu menyiapkan stok BBM sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah.
"Kami selalu siap menyiapkan stok dengan jumlah rata-rata 3,2 juta KL untuk 22 hari ke depan," kata Djaelani.
Djaelani melanjutkan bahwa sejauh ini stok kebutuhan BBM, khususnya BBM bersubsidi selalu dipenuhi selama tidak berlebihan.
"Kalau berlebihan saya khawatir nanti mau ke mana bbmnya? Apalagi kalo premium yang sampe di simpan di rumah, itu kan membahayakan," imbuhnya.
(qom/qom)











































