Jatah Menipis, Penyelundupan BBM Bersubsidi Masih Marak

Jatah Menipis, Penyelundupan BBM Bersubsidi Masih Marak

- detikFinance
Senin, 06 Des 2010 08:15 WIB
Jatah Menipis, Penyelundupan BBM Bersubsidi Masih Marak
Jakarta - Meskipun jatah kuota BBM bersubsidi pada tahun 2010 makin menipis, namun masih saja banyak pihak yang mencoba menyelundupkan BBM bersubsidi itu. Para penyelundup itu tertangkap dalam berbagai operasi pengawasan BBM.
Β 
Kepala Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas Tubagus Haryono mengatakan, selama periode akhir November hingga awal Desember 2010 lalu, operasi pengawasan BBM di laut antara BPH Migas dengan TNI AL melakukan 3 penangkapan usaha penyelundupan BBM bersubsidi.
Β 
Pertama, pada 24 November 2010, tim gabungan tersebut menangkap dan menggeledak Kapal Tanker Soechi Pratiwi di perairan Rupat, Dumai. Kapal ini membawa solar sebanyak 4.300 kiloliter (KL) dari Pulau Sambu ke PLN Sicanang, Belawan.
Β 
"Indikasi awal tidak bisa menunjukkan Izin Usaha Pengangkutan BBM. Kapal tidak ditahan mengingat yang diangkut adalah BBM untuk PLN, namun semua dokumen ditahan Tim PPNS BPH Migas dan TNI-AL," tutur Tubagus kepada detikFinance, Senin (6/12/2010).
Β 
Lalu selang sehari yaitu pada 25 November 2010, tim gabungan menangkap dan menggeledah kapal SPOB Lautan-7 di perairan Kabil, Batam. Kapal tersebut merupakan agen Pertamina yang bermuatan solar.
Β 
"Indikasi awal, setelah dilaksanakan pemeriksaan fisik, ada perbedaan sebanyak 200 KL antara DO dan Manifest Cargo. Kapal ditahan di LANAL Batam," jelas Tubagus.
Β 
Kemudian pada 1 Desember 2010 di perairan Sulawesi Utara telah dilakukan penangkapan kapal nelayan KM Wahyu Tonase 91 GT.
Β 
"Sedang dipelajari dari buku jurnal arus BBM-nya, ada indikasi jual beli BBM PSO (subsidi) secara ilegal di laut. Kapal tersebut ditahan di LANTAMAL VIII Bitung," tukas Tubagus.

Padahal jatah BBM bersubsidi hingga November 2010 sudah hampir mendekati target dalam APBNP-2010. Untuk tahun ini saja, konsumsi BBM diprediksi melonjak menjadi 38 juta kiloliter, di atas jatah APBN 2010 sebanyak 36,5 juta kiloliter. Tanpa pembatasan BBM bersubsidi pada tahun 2011, Menko Perekonomian Hatta Rajasa memperkirakan konsumsi akan meningkat lagi sebanyak 10%.

(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads