Hal ini disampaikan oleh Direktur Pemasaran Pertamina Djaelani Sutomo saat rapat dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (6/12/2010).
"Mengenai spesifikasi BBM, semua sudah sesuai dengan spesifikasi dari Ditijen Migas. Pertamina selalu melakukan kualitas kontrol BBM subsidi secara berlapis," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertamina telah melakukan program promosi untuk meningkatan penjualan BBM non subsidi. Namun sepanjang belum ada larangan bagi mereka untuk beli BBM subsidi, maka BBM non subsidi belum bisa berkembang," tutur Djaelani.
Karena itu, menurut Djaelani, tak mungkin Pertamina sengaja menurunkan kualitas premium yang disebut-sebut jadi biang kerok rusaknya fuel pump beberapa kendaraan. Kualitas premium selalu dijakaga mulai dari produksi di kilang sampai saat dikirim ke depo dan ke SPBU.
"Dan secara berkala dari Ditjen Migas juga melakukan satu kontrol ke SPBU-SPBU di daerah," ucap Djaelani.
Pernyataan ini dilontarkan Djaleni dalam rapat yang membahas seputas keluhan masyarakat terhadap Pertamina. Terutama akibat rusaknya fuel pump dan tuduhan kualitas premium yang sengaja diturunkan.
(dnl/qom)











































