"Produksi turun bisa sampai 20%," juru bicara Gabungan Industri Minuman Malt Indonesia (GIMMI) Ipung Nimpuno kepada detikFinance, Senin (6/11/2010).
Ia mengatakan pasar bir terganggu permintaan pasarnya karena kenaikan harga bir sebesar 20-35% sejak pertengahan tahun 2010. Ipung memastikan permintaan turun sampai akhir tahun ini sebagai imbas dari kenaikan cukai minol, padahal biasanya tahun baru cukup mendongkrak permintaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun baru kali ini kalau dibandingkan dengan tahun lalu nggak," katanya.
Ia menjelaskan selama ini volume produksi bir rata-rata per tahun sekitar 2 juta hekto liter. Dengan adanya penurunan ini ia khawatir justru semakin memicu beredarnya minuman alkohol oplosan yang sudah banyak merenggut korban jiwa.
"Semenjak 1 April 2010 kenaikan cukai, kasus insiden methanol cukup tinggi. Ada sekitar 12 insiden misalnya Salatiga 22 orang, Cirebon, Tangerang, termasuk kasus teknisi Rusia (pesawat tempur Sukhoi) dan lain-lain," ucapnya.
(hen/qom)











































