Pecahnya kepengurusan HIPPI 2010-2015 ini berwal pada saat Musyawarah Nasional (Munas) HIPPI beberapa pekan lalu. Kronologinya berawal dari 3 nama calon yang ada, ada calon yang memperoleh suara terbanyak kedua tiba-tiba mengundurkan diri dan menyerahkan suaranya kepada pemilik perolehan suara terendah yaitu Suryani Motik.
Dengan penggabungan dua suara itu maka Yockie M. Hutagalung yang sebelumnya memimpin suara harus tergeser perolehan suaranya. Kisruh ini berlanjut, setelah kelompok yang mendukung Yockie diantaranya para pendiri HIPPI mendukung pembentukan Ketua Umum HIPPI versi Yockie.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahun 1984 HIPPI berubah nama menjadi Himpunan Pengusaha Putera Indonesia (HIPPI), namun pada tahun 1989 istilah pribumi kembali digunakan. Kata pribumi dalam konteks saat ini terkesan menjadi istilah yang sensitif karena berhubungan dengan SARA.
Kepengurusan terakhir sebelum adanya perpecahan pengurus HIPPI, dipegang oleh Suryo B. Sulisto menjabat Ketum HIPPI periode 2004-2008. Kini Suryo semejak 2010 sudah menjadi Ketua Umum Kadin Indonesia menggantikan MS. Hidayat.
Soal pecahnya kepengurusan kelompok bisnis atau golongan di Indonesia lazim terjadi. Misalnya hingga kini Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) terpecah manjadi dua yaitu versi Prabowo Subianto dan versi Oesman Sapta.
Selain itu juga ada kasus pecahnya kepengurusan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), lalu juga hal yang sama terjadi dengan kepengurusan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan lain-lain.
(hen/ang)











































