Sebelumnya, terjadi perdebatan mengenai adanya tambahan anggaran untuk subsidi raskin pada tahun 2010 ini mengingat jatah raskin untuk 12 bulan telah habis pada bulan 11.
Salah seorang anggota Badan Anggaran DPR RI, Eki Awal Muharrom mengungkapkan adanya rencana raskin ke-13 ini merupakan suatu bentuk kegagalan manajemen Bulog dalam mengatur peredaran raskin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Eki juga menduga adanya tengkulak yang menghabiskan stok Bulog sehingga memberikan dampak terhadap harga pasar.
"Ada beras di luar bulog terserap oleh tengkulak. Sehingga cadangan bulog minim. Ini berpengaruh terhadap psikologi pasar, dan membuat harga melonjak. Jadi ada tengkulak berbaju koperasi, baju PT dan CV," tegasnya.
Menanggapi hal itu, Dirut Bulog Sutarto Alimoeso menjelaskan raskin ke-13 ini dikeluarkan karena terjadi gejolak harga pangan sehingga pada Agustus pemerintah melakukan dua kali penyaluran. Hal tersebut disebabkan adanya musim penghujan pada Maret-Mei dan ada dampak dari el nino.
Selain itu, adanya penambahan raskin karena disebabkan adanya penambahan pemberian raskin dari 13 kg menjadi 15 kg ke Rumah Tangga Sasaran (RTS).
Penyaluran raskin pada 2010 ini sama dengan yang terjadi pada tahun 2008, sedangkan pada 2009 sampai dengan bulan juni tercatat kenaikan produksi mencapai 6,7%.
Sutarto akui adanya distribusi raskin ke-13 ini guna meredam inflasi. Selain itu, pihaknya juga telah melakukan operasi pasar.
"Sampai saat ini sudah dilakukan operasi pasar yang mencapau 18 ribu ton, penyaluran dipercepat sehingga menekan inflasi dan harga," ujarnya.
Begitu besarnya posisi beras terhadap tekanan inflasi ini, akhirnya DPR RI menyetujui adanya penambahan anggaran sebesar Rp 1,22 triliun guna alokasi raskin ke-13 yang akan disalurkan pada Desember ini.
(nia/qom)










































