"Liarnya harga gula di pasaran, disebabkan karena pemerintah tidak mempunyai sarana yang efektif untuk melakukan intervensi dalam menciptakan stabilitas harga gula di tingkat konsumen. Diperlukan lembaga yang diberi tugas sebagai buffer stock," kata Ketua Panja Gula Aria Bima di acara raker di Komisi VI DPR-RI, Jakarta, Rabu (8/12/2010).
Aria menjelaskan hal ini merupakan bagian dari upaya yang harus dibenahi dalam hal tata niaga pergulaan di dalam negeri. Diantaranya dengan memberikan dukungan kepada Bulog sebagai satu-satunya pemegang importir terdaftar (IT) gula.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri BUMN Mustafa Abubakar menyambut baik adanya gagasan Bulog sebagai pemain tunggal gula, baik sebagai importir maupun lembaga penyangga gula. Ia memperkirakan jika ada stock 600.000 ton saja maka Bulog akan bisa melakukan intervensi pasar harga gula nasional.
"Kalau kita bicara buffer stock akan berkonsekuensi pada APBN," timpal Mendag Mari Elka Pangestu.
(hen/qom)










































