Menteri ESDM Darwin Saleh mengatakan, fakta selama ini, BBM bersubsidi lebih sering dibeli oleh mereka yang tidak berhak disubsidi alias memiliki kemampuan ekonomi. Fakta-fakta ini yang membuat pemerintah berkesungguhan mengatur konsumsi BBM bersubsidi agar tepat sasaran.
"Fakta ini tidak perlu membuat kita berkurang kesungguhannya untuk mempersiapkan dan pada waktunya melakukan pengaturan BBM bersubsidi agar tepat sasaran sebab saya kira adalah fakta BBM bersubsidi dibeli juga oleh mereka yang tidak berhak," jelas Darwin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (9/12/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ingin meluruskan pemerintah maupun DPR tidak pernah menggunakan kata pembatasan. Istilah di undang-undangnya adalah penghematan, ada yang ingin menggunakan pengendalian. Pada dasarnya yang lebih tepat pengaturan, jadi diatur yang lebih berhak. Jadi diatur siapa yang berhak," kata Darwin.
Seperti diketahui, pemerintah menyiapkan 2 opsi untuk mekanisme pengaturan konsumsi BBM bersubsidi pada tahun depan. Opsinya antara larangan menggunakan BBM bersubsidi untuk semua mobil plat hitam atau mobil di atas tahun 2005. Namun sepertinya pemerintah memilih opsi pelarangan premium untuk semua mobil plat hitam.
Hal itu dilakukan seiring terus meningkatnya konsumsi BBM akibat meningkatnya pertumbuhan kendaraan. Akibatnya, konsumsi BBM pada tahun 2010 ini saja sudah melebihi jatah APBN.
Untuk tahun ini saja, konsumsi BBM diprediksi melonjak menjadi 38 juta kiloliter, di atas jatah APBN 2010 sebanyak 36,5 juta kiloliter. Tanpa pembatasan BBM bersubsidi pada tahun 2011, konsumsi akan meningkat lagi sebanyak 10%.
(dnl/qom)











































