RI-India Siapkan Kerjasama Ekonomi Bilateral Komprehensif

RI-India Siapkan Kerjasama Ekonomi Bilateral Komprehensif

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Kamis, 09 Des 2010 17:37 WIB
Jakarta - Indonesia bersama India menyiapkan kerjasama bilateral komprehensif di bidang perdagangan barang dan jasa, investasi dan kerjasama teknik yang terangkum dalam Indonesia-India Comprehensive Economic Cooperation (II-CECA).

Meski saat ini kedua negara sudah masuk dalan kerjasama perdagangan bebas yang diwadahi melalui ASEAN-India Free Trade Agreement (AI-FTA).

"Kita baru akan launching, kita belum masuk tahap perundingan," kata Dirjen Kerjasama Perdagangan Internasional Kemendag Gusmardi Bustami di kantor Kadin, Jakarta, Kamis (9/12/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gusmardi menjelaskan, pada prinsipnya kedua negara sudah sepakat untuk membahas perundingan II CECA. Untuk mencapai perundingan masih membutuhkan beberapa pertemuan untuk merumuskan pembahasan  dan lokasi perundingan.

"Kalau dibilang tahun ini selesai, saya rasa itu terlalu ambisius. Prinsipnya harus ada kesepakatan kedua belah pihak," katanya.

Ia menambahkan, latar belakang pembentukan kerjasama ini karena kedua negara yaitu Indonesia dan India memiliki daya saling melengkapi yang sangat tinggi dibidang perdagangan barang dan jasa, investasi dan kerjasama teknis. Kedua negara sama-sama memiliki kesempatan untuk meningkatkan perdagangan dan investasinya.

"Saling mengisinya cukup tinggi, selain itu tarif impor India masih tinggi rata-rata 35%," jelasnya.

Berdasarkan data total perdagangan kedua negara selama Januari-2010 telah mencapai US$ 8,2 miliar atau meningkat 38,16% dari periode yang sama tahun 2009. Indonesia tercatat mengalami surplus ekspor hingga US$ 4,01 miliar dari total perdagangan.

Gusmardi menambahkan dibidang investasi kedua negara berpeluang mengembangkan investasi, misalnya India berpeluang menanamkan investasi di Indonesia dibidang makanan, serat tekstil, plastik, produk kayu, produk agro, farmasi, mesin-mesin, audio visual, telekomunikasi, IT, pendidikan dan lain.

Sementara Indonesia juga berpeluang berinvestasi di India seperti di sektor kimia, infrastruktur, hotel, rumah sakit, pariwisata, mesin-mesin kelistrikan dan non kelistrikan dan lain-lain.

"Kesempatan ini sangat banyak, bagaimana kita bisa memfasilitasinya," katanya.

Sementara itu Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Natsir Mansyur mendukung pembahasan II CECA. Mengaca dari pengaman AC-FTA yang dinilai kurang melibatkan para stakeholder, diharapkan pembahasan II CECA bisa mengakomodir kepentingan Indonesia khususnya dunia usaha di Tanah Air.

"Kalau II CECA Indonesia bakal untung, tapi kalau AC-FTA perlu diwaspadai," kata Natsir.

Seperti diketahui pada bulan Oktober 2005 kedua kepala negara sepakat untuk membentuk IICECA yang merupakan kerjasama komprehensif. Setidaknya sudah dilakukan studi kelayakan sengan membentuk studi bersama antara Indonesia-India yang telah selesai September 2010 lalu.

Konsep kerjasama bilateral komprehensif  dengan India sebenarnya sudah dijajaki oleh negara-negara tetangga Indonesia seperti India-Srilanka, India-Thailand, India-Jepang, India-Malaysia, India-Singapura.

(hen/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads