Pemerintah Klaim RI Berhak Atas 'Investment Grade'

Pemerintah Klaim RI Berhak Atas 'Investment Grade'

- detikFinance
Jumat, 10 Des 2010 08:31 WIB
Jakarta - Pemerintah menilai Indonesia berhak dapatkan peringkat 'Investment Grade' dari Lembaga pemeringkat internasional karena ketahanan perekonomiannya yang kuat.

Hal tersebut ditegaskan Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto saat ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (9/12/2010) malam.

"Yang penting kita menjelaskan hal-hal yang sangat penting mengenai ketahanan fiskal, pasar obligasi yang semakin deep, kemudian pengelolaan utang dan fiskal yang prudent, prospek pengembangan ke depan dari sisi basis investor domestik. Itu yang kita ceritakan," ujar Rahmat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melihat indikator tersebut, Rahmat menegaskan Indonesia berhak naik peringkat menjadi investment grade.

"Kalau dari berbagai indikator, kita melihat saja. Pasar kan sudah mem-price in, istilahnya. Indonesia sebetulnya berhak untuk investment grade," harapnya.

Namun, Rahmat tidak mau berspekulasi mengenai realisasi harapannya tersebut. Yang pasti, lembaga pemeringkat internasional Moody's kini sedang mereview peringkat Indonesia untuk kemungkinan naik.

"Saya nggak mau spekulasi ya. Saya nggak mau spekulasi apakah mereka mau segera meng-upgrade. Saya nggak spekulasi bagaimana kesan mereka. Kalau kita mengharapkan sinyal yang bagus lah. Gitu aja. Tapi saya nggak bisa nebak-nebak. Orang bisa ketawa tapi hatinya bagaimana," tandasnya.

Seperti diketahui, Lembaga pemeringkat internasional, Moody's kini sedang mereview Indonesia untuk kemungkinan kenaikan peringkat. Moody's menilai perekonomian Indonesia sejauh ini cukup tangguh menghadapi guncangan.

Moody's dalam pernyataannya menegaskan sedang menempatkan Indonesia dalam review untuk kemungkinan kenaikan peringkat kredit seiring ketangguhan perekonomian dan membaiknya manajemen keuangan negara. Moody's kini sedang mereview peringkat obligasi dalam valas dan rupiah RI yang berperingkat Ba2, setelah pada Juni lalu memberikan outlook positif.

(nia/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads