"Kira-kira sampai akhir tahun, kita hitung 90% lah, 90,9% atau 91% lah ya," ujar Wakil Menteri Keuangan Anny RatnawatyΒ saat ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (10/12/2010).
Namun Anny menolak dikatakan penyerapan anggaran itu lebih rendah dari APBNP-2009 lalu. Menurut Anny, jika dijabarkan secara nominal, penyerapan anggaran tahun ini bakal lebih besar dari 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anny menjelaskan, pada tahun ini memang banyak belanja yang tidak direalisasikan, berbeda dengan tahun lalu. Menurut Anny, pada tahun 2009 ada Pemilu yang menggenjot penerimaan. Sedangkan tahun ini, penyerapan melambat karena harga minyak Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) tidak melampaui target dan kurs rupiah pun menguat.
"Jangan lupa, 2009 ada Pemilu, angka belanjanya besar. Kedua, 2010 ini subsidi kan harga ICP tidak sampai 80, kurs juga menguat. Jadi memang ada belanja-belanja yang tidak kita realisasikan," ujarnya.
Oleh sebab itu, Anny akui defisit anggaran tahun ini tidak akan melampaui perkiraan awal pada semester I yaitu sebesar 1,5%.
"Di bawah itu (1,5%). Mungkin di sekitar itu. Masih kita hitung, mungkin 1,3%," pungkasnya.
(nia/qom)











































