Hal ini disampaikan oleh Menteri BUMN Mustafa Abubakar ketika ditemui di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (10/12/2010).
"Saya kita Pertamina sudah punya keunggulan lebih dulu ya. Unggul jaringan, fasilitas yang dipunyai, dan Pertamina sudah lama mendistribusi BBM kita. Petronas, Shell, dan Total memang kuat, tapi kalau dari pengalaman lebih banyak Pertamina di Indonesia. Saya optimistis Pertamina bisa bersaing," tutur Mustafa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti akan bertahap, kalau tidak ada halangan. Dari Jabodetabek, lalu ke Jawa, dan luar Jawa. Ini cukup bijak dilakukan bertahap, jadi Pertamina ada kesiapan diri untuk pembenahan di SPBU-SPBU-nya," kata Mustafa.
Seperti diketahui, pemerintah menyiapkan 2 opsi untuk mekanisme pengaturan konsumsi BBM bersubsidi pada tahun depan. Opsinya antara larangan menggunakan BBM bersubsidi untuk semua mobil plat hitam atau mobil di atas tahun 2005. Namun pemerintah memilih opsi pelarangan premium untuk semua mobil plat hitam.
Hal itu dilakukan seiring terus meningkatnya konsumsi BBM akibat meningkatnya pertumbuhan kendaraan. Akibatnya, konsumsi BBM pada tahun 2010 ini saja sudah melebihi jatah APBN.
Untuk tahun ini saja, konsumsi BBM diprediksi melonjak menjadi 38 juta kiloliter, di atas jatah APBN 2010 sebanyak 36,5 juta kiloliter. Tanpa pembatasan BBM bersubsidi pada tahun 2011, konsumsi akan meningkat lagi sebanyak 10%.
(dnl/qom)











































