"Kita biasa membagi menjadi hari biasa, weekend (akhir pekan) dan midnight sale. Kalau weekend dianggap 100%, maka dari midnight sale kemarin naik
20-30%," ungkap Sekjen Asosiasi Pengelola Pusat Belanja (APPBI), Ellen Hidayat kepada detikFinance di Jakarta, Minggu (12/12/2010).
Ia menyebutkan, para penggila belanja memang senang dengan program ini. Pasalnya pengunjung dapat membeli kebutuhan mereka jelang Natal dan Tahun Baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun tergantung segmennya juga," tambahnya.
Midnight sale biasa dilakukan oleh anggota APPBI, sebanyak 4 kali dalam setahun. Selain jelang Natal, waktu yang dipilih pengelola mal adalah jelang Lebaran, Imlek dan saat libur panjang sekolah (Juni-Juli).
Dalam dua malam penyelenggaraan midnight sale, lanjut Ellen, arus pengunjung dan parkir di tiap pusat belanja penuh. Ini mengindikasikan, transaksi yang
terjadi lebih besar dibandingkan malam-malam di akhir pekan.
"Pengelola kasih promo. Ada yang belanja terbesar dapat undian BB (Blackberry) Torch. Juga ada yang beri hadiah untuk tiap berbelanja
kelipatan tertentu," paparnya.
Ellen menambahkan tidak hanya produk pakaian dan alas kaki yang jadi serbuan pengunjung. Jenis perlengkapan rumah tangga, seperti alas tidur,bahkan
barang elektronik juga disuguhkan para tenant (penyewa).
"Aktualisasinya tergantung dukungan masing-masing tenant," ucap Ellen.
Midnight sale terselanggara di beberapa pusat belanja di Jakarta. Tercatat Senayan City, Emporium Pluit, dan Plaza Indonesia menyelenggarakan acara ini
dua malam terturur-turut (10-11 Desember 2010) pada pukul 21.00-24.00. Berbagai program diskon disajikan oleh para pedagang mal hingga 70%.
Ada beberapa pusat belanja lain yang juga mengadakan year end sale hingga awal Januari 2011. Untuk menarik pengunjung, bahkan pengelola menyediakan
fasilitas parkir gratis. Pada malam terakhir, meski jadwal tutup pukul 24.00, namun antrian kasir oleh pelanggan belum juga tuntas.
(wep/hen)











































