Hal ini disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa dalam rapat dengan Komisi VII DPR membahas pembatasan BBM subsidi 2011 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (13/12/2010).
"Pemerintah tetap memprioritaskan subsidi plat kuning karena berkaitan dengan masyarakat dan logistik. Lalu juga roda 2 dan 3, dan nelayan yang kita kategorikan tetap menerima subsidi tersebut," tutur Hatta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di satu sisi kita lindungi, tapi di sisi lain, kita lakukan pembatasan terhadap orang mampu yang tidak layak mendapatkan subsidi. Pengaturan akan kita lakukan tidak boleh menimbulkan distorsi besar di lapangan, walaupun tetap menimbulkan pro kontra," tegas Hatta.
Seperti diketahui, pemerintah menyiapkan 2 opsi untuk mekanisme pengaturan konsumsi BBM bersubsidi pada tahun depan. Opsinya antara larangan menggunakan BBM bersubsidi untuk semua mobil plat hitam atau mobil di atas tahun 2005. Namun sepertinya pemerintah memilih opsi pelarangan premium untuk semua mobil plat hitam.
Hal itu dilakukan seiring terus meningkatnya konsumsi BBM akibat meningkatnya pertumbuhan kendaraan. Akibatnya, konsumsi BBM pada tahun 2010 ini saja sudah melebihi jatah APBN.
Untuk tahun ini saja, konsumsi BBM diprediksi melonjak menjadi 38 juta kiloliter, di atas jatah APBN 2010 sebanyak 36,5 juta kiloliter. Tanpa pembatasan BBM bersubsidi pada tahun 2011, konsumsi akan meningkat lagi sebanyak 10%.
(dnl/qom)











































