Baru 36% SPBU Pertamina Jual Pertamax

Baru 36% SPBU Pertamina Jual Pertamax

- detikFinance
Senin, 13 Des 2010 14:50 WIB
Jakarta - Sampai saat ini dari 4.667 SPBU Pertamina di Indonesia, baru 36% atau sebanyak 1.686 SPBU yang menjual Pertamax. Sementara sisanya masih perlu modifikasi dan investasi tambahan sehingga bisa menjual pertamax.

Demikian disampaikan Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh dalam rapat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Snein (13/12/2010).

"SPBU yang siap adalah yang memiliki tangki penyimpanan BBM minimal 3 (solar, premium, dan BBM non subsidi) dan siap menjual (3 dispenser). Sedangkan untuk depot yang siap adalah yang memiliki tangki timbun non subsidi (pertamax) dan siap untuk didistribusikan," tutur Darwin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Darwin mengatakan, di 2011 pemerintah akan menjalankan program pengaturan atau pembatasan BBM subsidi di 2011 jika disetujui DPR. Untuk mendukung program kebijakan ini diperlukan biaya investasi Rp 84,5 miliar guna pembangunan fasilitas depot BBM non subsidi untuk menyalurkan ke SPBU.

"Total investasi sarana dan fasilitas depot BBM membutuhkan Rp 84,5 miliar sampai 2012 ke depan. Sedangkan tambahan sarana dan fasilitas di depot Pertamina akan mencakup ke 10 lokasi," jelas Darwin.

Adapun, penggunaan dari perkiraan dana investasi ini akan dilakukan pula secara bertahap dan per wilayah. Wilayah tersebut adalah:

  • Jabodetabek (Desember 2010): Rp 1,5 miliar
  • Jawa-Bali (Januari 2011): Rp 23,5 miliar
  • Sumatera Kota Besar (Juli 2011): Rp 10 miliar
  • Seluruh Sumatera (Oktober 2011): Rp 21 miliar
  • Kalimantan Kota Besar (Januari 2012): Rp 9 miliar
  • Seluruh Kalimantan (Januari 2012): Rp 4,5 miliar
  • Sulawesi Kota Besar (Jananuari 2012): Rp 4,5 miliar
  • Seluruh Sulawesi, Maluku, dan Papua (Juli 2012): Rp 15 miliar
Seperti diketahui, pemerintah menyiapkan 2 opsi untuk mekanisme pengaturan konsumsi BBM bersubsidi pada tahun depan. Opsinya antara larangan menggunakan BBM bersubsidi untuk semua mobil plat hitam atau mobil di atas tahun 2005. Namun sepertinya pemerintah memilih opsi pelarangan premium untuk semua mobil plat hitam.

Hal itu dilakukan seiring terus meningkatnya konsumsi BBM akibat meningkatnya pertumbuhan kendaraan. Akibatnya, konsumsi BBM pada tahun 2010 ini saja sudah melebihi jatah APBN.

Untuk tahun ini saja, konsumsi BBM diprediksi melonjak menjadi 38 juta kiloliter, di atas jatah APBN 2010 sebanyak 36,5 juta kiloliter. Tanpa pembatasan BBM bersubsidi pada tahun 2011, konsumsi akan meningkat lagi sebanyak 10%.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads