Demikian disampaikan Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh dalam rapat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Snein (13/12/2010).
"SPBU yang siap adalah yang memiliki tangki penyimpanan BBM minimal 3 (solar, premium, dan BBM non subsidi) dan siap menjual (3 dispenser). Sedangkan untuk depot yang siap adalah yang memiliki tangki timbun non subsidi (pertamax) dan siap untuk didistribusikan," tutur Darwin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Total investasi sarana dan fasilitas depot BBM membutuhkan Rp 84,5 miliar sampai 2012 ke depan. Sedangkan tambahan sarana dan fasilitas di depot Pertamina akan mencakup ke 10 lokasi," jelas Darwin.
Adapun, penggunaan dari perkiraan dana investasi ini akan dilakukan pula secara bertahap dan per wilayah. Wilayah tersebut adalah:
- Jabodetabek (Desember 2010): Rp 1,5 miliar
- Jawa-Bali (Januari 2011): Rp 23,5 miliar
- Sumatera Kota Besar (Juli 2011): Rp 10 miliar
- Seluruh Sumatera (Oktober 2011): Rp 21 miliar
- Kalimantan Kota Besar (Januari 2012): Rp 9 miliar
- Seluruh Kalimantan (Januari 2012): Rp 4,5 miliar
- Sulawesi Kota Besar (Jananuari 2012): Rp 4,5 miliar
- Seluruh Sulawesi, Maluku, dan Papua (Juli 2012): Rp 15 miliar
Hal itu dilakukan seiring terus meningkatnya konsumsi BBM akibat meningkatnya pertumbuhan kendaraan. Akibatnya, konsumsi BBM pada tahun 2010 ini saja sudah melebihi jatah APBN.
Untuk tahun ini saja, konsumsi BBM diprediksi melonjak menjadi 38 juta kiloliter, di atas jatah APBN 2010 sebanyak 36,5 juta kiloliter. Tanpa pembatasan BBM bersubsidi pada tahun 2011, konsumsi akan meningkat lagi sebanyak 10%.
(dnl/dnl)











































