Program Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) yang baru yakni Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) diharapkan dalam lima tahun kedepan dapat menyerap hingga Rp 21 triliun. Dana ini akan tersedia dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) setiap tahunnya.
"Kita berharap 5 tahun kedepan, program FLPP dapat menyerap APBN sebesar Rp 21 triliun," kata Deputi Kemenpera bidang pembiayaan, Sri Hartoyo kepada wartawan usai sosialisasi Bantuan FLPP di Hotel Shangrila Surabaya, Senin (13/12/2010).
Sri menuturkan, hingga akhir tahun 2010 dana untuk FLPP mencapai Rp 2,6 triliun. Sedangkan tahun 2011 dianggarkan hingga Rp 3,5 triliun. Oleh karena itu, 5 tahun kedepan bisa menyerap Rp 21 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Acara yang juga dihadiri Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf dan para kepala cabang bank nasional dan kepala divisi bank BPD serta kepala cabang perumnas ini mengatakan dalam sambutannya berharap program baru tersebut bisa mendorong gairah untuk melakukan langkah lebih cepat sehingga target perumahan nasional di daerah bisa tercapai.
"Kita berharap sistem baru dari kemenpera bisa mendrong gairah agar bisa melakukan langkah tegas yang bisa mendorong pembangunan pemrumahan sehingga target pemerintah terpenuhi," katanya.
(ze/ang)










































