Harga minyak Brent saat ini diperdagangkan US$ 91,77 per barel atau naik US$ 1,29 per barel. Sementara harga kontrak berjangka minyak di pasar New York bergerak naik US$ 1,08 per barel menjadi US$ 88,87 per barel.
Seperti diketahui, negara-negara produsen minyak yang tergabung dalam Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) dalam pertemuan di Ekuador hari Sabtu pekan lalu, memutuskan untuk menahan kuota produksi minyaknya. Ini dilakukan mengikuti perkiraan masih rapuhnya pemulihan ekonomi global.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perlambatan pertumbuhan ini akan membuat permintaan minyak dunia menjadi negatif.
"Hal menarik dalam pertemuan OPEC itu adalah adanya banyak pernyataan beragam soal harga minyak yang menunjukkan negara anggota OPEC seperti Iran, Libya, Venezuela, dan Angola tidak masalah dengan harga minyak yang mencapai US$ 100 per barel," ujar analis JBC Energy Research seperti dikutip AFP, Senin (13/12/2010).
"Beberapa anggota OPEC meminta harga minyak dinaikkan, dengan mengabaikan betapa rapuhnya perekonomian saat ini," tambah analis tersebut.
Kemudian, faktor defisit perdagangan AS yang makin mengecil dan badai salju yang menerpa beberpa bagian AS akan terus mendorong harga.
"Cuaca dingin di belahan bumi utara akan mendukung harga minyak, serta data perdagangan AS yang positif selama akhir pekan," ujar analis ANZ Bank Serena Lim.
(dnl/dnl)











































