Tim kecil ini terdiri dari unsur pemerintah dan pengusaha yang tugas utamanya memberi masukkan atas suatu kebijakan.
"Dari hasil forum ini (Apindo Mengenai Kebijakan Pengembangan Industri 2010-2014) kita akan buat tim kerja, untuk mem-followup. Tim kerja sekaligus tim eksekusi," jelas Ketua Apindo, Sofyan Wanandi di kantornya, Jakarta, Senin (13/12/2010) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Komunikasi lebih bagus. Kita berkepentingan. Karena selama ini pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih banyak (peranan) dari pengusaha, daripada pemerintah. Pemerintah malah sering ganggu-ganggu. Kita tidak ganggu-ganggu, kita ajak kerja sama," sindir Sofyan.
Ia menegaskan, pemerintah harus fokus akan pengembangan ekonomi ke depan. Nomor satukan hal-hal yang selama ini jadi keunggulan Indonesia dan terbukti menyerap banyak tenaga kerja.
Sofyan menyebut sektor manufaktur dan pertanian, layak jadi fokus pemerintah ke depan. "Apapun, manufaktur no.1, juga pertanian. Harus ada prioritas. Hilirisasi industri agro seperti sawit, kakao, dapat insentif berupa cukai ataupun pajak," tuturnya.
Bahkan pemerintah China, lanjut Sofyan, berani memberi pembebasan pajak 5 tahun kepada pengusaha asal mereka tetap berinvestasi di negara tirai bambu ini. "China bela habis-habisan, kita (pemerintah) malah ganggu," imbuhnya.
Pengusaha lokal pun sudah layak mengambil alih investasi di Indonesia yang selama ini dikuasai asing. Idealnya 75% dari total investasi merupakan hasil karya dari investor lokal. "Jadi PMA pelengkap saja. Mereka kerjakan yang besar-besar, power plan, infrastruktur. 75% idealnya domestik, karena kita harus jadi tuan rumah di negara kita sendiri," tambah Sofyan.
Berdasarkan data BKPM, realisasi investasi tahun 2010 berada di level US$ 20 miliar atau mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah. Bandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya, US$ 13 miliar. Bahkan angka US$ 20 miliar bisa naik lagi US$ 22 miliar, hingga tutup tahun 2010.
Dimana porsi investasi dalam negeri mengalami tren peningkatan. Saat ini porsi PMDN mencapai 30% dari total investasi US$ 20 miliar.
Namun, angka US$ 20 miliar kata Kepala BPKM, Gita Wirjawan, belum cukup untuk mengejar target investasi dalam 5 tahun ke depan. Minimal Indonesia harus mencetak realisasi investasi US$ 55-60 miliar per tahun, agar bangsa ini terus tumbuh dalam jalur yang benar.
(wep/qom)










































