Perusahaan Batubara Wajib Jual 24,17% Produksi ke Dalam Negeri

Perusahaan Batubara Wajib Jual 24,17% Produksi ke Dalam Negeri

Wahyu Daniel - detikFinance
Selasa, 14 Des 2010 11:50 WIB
Jakarta -

Pemerintah mewajibkan perusahaan produsen batubara untuk mengalokasikan 24,17% hasil produksi batubaranya untuk kepentingan dalam negeri atau domestic market obligation (DMO).

Demikian isi Keputusan Menteri ESDM No. 2360 Tahun 2010 tentang Penetapan Kebutuhan dan Persentase Minimal Penjualan Batubara Untuk Kepentingan Dalam Negeri Tahun 2011, yang dikutip, Selasa (14/12/2010).

Pada aturan tersebut, perkiraan kebutuhan batubara untuk kepentingan dalam negeri adalah 78,97 juta ton yang terdiri dari 66,28 juta ton yang digunakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), 340 ribu ton untuk metalurgi, dan 12,35 juta ton untuk industri semen, pupuk, pulp, dan tekstil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perkiraan produksi batubara dari badan usaha pertambangan batubara di 2011 adalah sebesar 326,65 juta ton yang terdiri atas:

  • 42 perusahaan perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B)
  • 1 perusahaan badan usaha milik negara (BUMN)
  • 10 perusahaan kuasa pertambangan (KP) batubara atau izin usaha pertambangan (IUP) batubara

"Dengan perkiraan kebutuhan batubara dalam negeri 78,97 juta ton dari perkiraan produksi batubara sebesar 326,65 juta ton, maka pada 2011 persentase minimal penjualan batubara oleh badan usaha pertambangan batubara untuk kepentingan dalam negeri adalah sebesar 24,17%," demikian isi atura tersebut.

Adapun rincian daftar pemakai batubara domestik Indonesia untuk tahun 2011 adalah:

PLTU

  • PLN sebanyak 55,82 juta ton
  • IPP sebanyak 8,97 juta ton
  • Freeport Indonesia sebanyak 830 ribu ton
  • Newmont Nusa Tenggara sebanyak 470 ribu ton
  • Pusaka Jaya Palu Power sebanyak 190 ribu ton

Metalurgi

  • Inco sebanyak 140 ribu ton
  • Antam sebanyak 200 ribu ton

Semen, Pupuk, Pulp, dan Tekstil

  • Semen sebanyak 8,86 juta ton
  • Pupuk sebanyak 920 ribu ton
  • Pulp sebanyak 600 ribu ton
  • Tekstil dan Produk tekstil sebanyak 1,97 juta ton

Rincian daftar badan usaha pengembangan batubara yang memproduksi batubara untuk kepentingan dalam negeri di 2011 adalah

Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara

  1. PT Adaro Indonesia
  2. PT Antang Gunung Meratus
  3. PT arutmin Indonesia
  4. PT Asmin Koalindo Tuhup
  5. PT Bahari Cakrawala Sebuku
  6. PT Bangun Banua Persada Kalimantan
  7. PD Baramarta
  8. PT Berau Coal
  9. PT Borneo Indobara
  10. PT Batualam Selaras
  11. PT Firman Ketaun Perkasa
  12. PT Gunungbayan Pratamacoal
  13. PT Indominco Mandiri
  14. PT Insani Baraperkasa
  15. PT Interex Sacra Raya
  16. PT Intitirta Primasakti
  17. PT Jorong Barutama Greston
  18. PT Kadya Caraka Mulia
  19. PT Kalimantan Energi Lestari
  20. PT Kaltim Prima Coal
  21. PT Kideco Jaya Agung
  22. PT Kartika Selabumi Mining
  23. PT Lanna Harita Indonesia
  24. PT Mahakam Sumber Jaya
  25. PT Mandiri Inti Perkasa
  26. PT Mantimin Coal Mining
  27. PT Multi Harapan Utama 
  28. PT Multi Tambangjaya Utama
  29. PT Marunda Graha Mineral
  30. PT Nusantara Themral Coal
  31. PT Perkasa Inakakerta
  32. PT Pesona Khatulistiwa Nusantara
  33. PT Riau Bara Harum
  34. PT Santan Batubara
  35. PT Senamas Energindo Mulia
  36. PT Singlurus Pratama
  37. PT Sumber Kurnia Buana
  38. PT Tanito Harum
  39. PT Tanjung Alam Jaya 
  40. PT Trubaindo Coal Mining
  41. PT Teguh Sinar Abadi
  42. PT Wahana Baratama Mining

      
Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
PT Bukit Asam (Tanjung Enim)

Kuasa Pertambangan atau Izin Usaha Pertambangan

  1. PT Adimitra Baratama Nusantara
  2. PT Arzara Baraindo
  3. PT Jembayan Muarabara
  4. PT Kaltim Batumanungal
  5. PT Kemilau Rindang Abadi
  6. PT Lamindo Inter Multikon
  7. PT Lembuswana
  8. PT Multi Sarana Avindo
  9. PT Pipit Mutiara Jaya
(dnl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads