"Yang saya juga lagi pusing keluhan industri tekstil karena cotton, yang sudah naik lebih dari 30%, dan trennya akan naik terus," kata Hidayat saat ditemui di Hotel Sahid, Rabu malam (14/12/2010).
Hidayat menuturkan lonjakan harga komoditi dunia selain minyak bumi, termasuk kapas tak bisa dihindari. Khusus untuk kapas, sampai saat Indonesia belum mampu memproduksi kapas karena faktor iklim yang tak mendukung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Benny Soetrisno salah satu produsen industri tekstil mengatakan saat ini pasokan kapas dunia mengalami penurunan karena cuaca ekstrem terutama untuk produsen kapas di belahan bumi bagian utara.
Ia menjelaskan sebelum adanya kenaikan harga kapas hanya mencapai US$ 1,5 per kg sementara harga saat ini sudah mencapai US$ 2,8 per kg.
Dari kenaikan harga kapas yang hampir mencapai 100%, harga produk benang naik menjadi 60%, harga kain naik 30% dan produk akhir seperti batik dan pakaian jadi lainnya telah naik 20%.
"Sekarang ini kapas dunia kekurangan 21 juta bal," jelas Benny.
(hen/ang)











































