Menperin Pusing Harga Kapas Terus Naik

Menperin Pusing Harga Kapas Terus Naik

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Rabu, 15 Des 2010 09:52 WIB
Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat mengaku pusing terhadap ancaman harga minyak dunia yang bakal terus naik. Selain itu, beberapa komoditas bahan baku utama industri tekstil yaitu kapas pun tak luput membuat mantan Ketua Kadin ini jadi pusing.

"Yang saya juga lagi pusing keluhan industri tekstil karena cotton, yang sudah naik lebih dari 30%, dan trennya akan naik terus," kata Hidayat saat ditemui di Hotel Sahid, Rabu malam (14/12/2010).

Hidayat menuturkan lonjakan harga komoditi dunia selain minyak bumi, termasuk kapas tak bisa dihindari. Khusus untuk kapas, sampai saat Indonesia belum mampu memproduksi kapas karena faktor iklim yang tak mendukung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya lagi pikirkan bagaimana dari tren kenaikan yang tak bisa kita hindari ini, industri tekstil bisa tetap kompetitif. Ini yang sedang saya bicarakan," ucapnya.

Sebelumnya Benny Soetrisno salah satu produsen industri tekstil mengatakan saat ini pasokan kapas dunia mengalami penurunan karena cuaca ekstrem terutama untuk produsen kapas di belahan bumi bagian utara.

Ia menjelaskan sebelum adanya kenaikan harga kapas hanya mencapai US$ 1,5 per kg sementara harga saat ini sudah mencapai US$ 2,8 per kg.

Dari kenaikan harga kapas yang hampir mencapai 100%, harga produk benang naik menjadi 60%, harga kain naik 30% dan produk akhir seperti batik dan pakaian jadi lainnya telah naik 20%.

"Sekarang ini kapas dunia kekurangan 21 juta bal," jelas Benny.

(hen/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads