"Tapi rencana ini akan berjalan setelah pembangunan pabrik 2B milik Pusri di lokasi lama selesai dibangun," kata Zain Ismed, kepala humas PT Pusri, di kantornya, Jalan Mayor Zen, Palembang, Rabu (15/12/2010).
Menurut Ismed, berbeda dengan pabrik 2B, pabrik di Tanjung Api-Api itu akan menggunakan bahan baku batubara, sejalan dengan rencana pemerintah Sumatra Selatan menjadi pelabuhan itu sebagai sentra eksport seluruh batubara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan pupuk pelat merah itu saat ini memiliki empat pabrik dengan produksi rata-rata per pabrik sekitar 570 ribu ton per tahun. "Jika Pusri mampu memproduksi 4,5 juta ton pupuk per tahun setelah ada pabrik 2B dan di Tanjung Api-Api, maka sekitar 2,5 juta ton buat kebutuhan nasional, dan 2 juta buat diekspor," katanya.
(tw/ang)











































