Pengusaha SPBU Pusing Harus Rogoh Rp 2 Miliar Beli Tangki Pertamax

Pengusaha SPBU Pusing Harus Rogoh Rp 2 Miliar Beli Tangki Pertamax

Akhmad Nurismarsyah - detikFinance
Kamis, 16 Des 2010 10:03 WIB
Jakarta - Para pengusaha SPBU pusing harus mencari uang sekitar Rp 2 miliar untuk beli tangki Pertamax dalam rangka program pembatasan BBM subsidi. Mereka khawatir jika nanti sudah mengeluarkan dana investasi untuk penyediaan Pertamax, ternyata program pembatasan BBM subsidi batal.

Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas), Eri Purnomohadi menginginkan adanya kepastian hukum dari pemerintah bahwa program pembatasan BBM subsidi pasti dilakukan sehingga pengusaha SPBU tidak rugi.

''Kami ini kan hitungannya pihak swasta, jadi kalau mau menyiapkan switch tangki Pertamax butuh pinjaman dana dari Bank. Lantas kalau programnya ini enggak jelas atau nanti enggak jadi, gimana kita mau bayar kredit ke Bank? Mungkin untuk sekarang ini pada awalnya omset naik, tapi kan lama-lama omset akan turun kalau kebijakannya belum jelas. Memangya orang mau beli Pertamax semua?'' ujar Eri kepada detikFinance, Kamis (15/12/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eri menjelaskan, untuk menyiapkan dua tangki BBM Non-subsidi (Pertamax) saja bisa menghabiskan dana sebesar Rp 2 miliar dari mulai pemasangan, konstruksi, sampai penyiapan dispenser. Kalau nanti kebijakannya belum jelas dan SPBU sudah men-switch tangki akan menimbulkan penurunan omset.

''Kami sih dari pihak Hiswana selalu mendukung kebijakan pemerintah. Namun, kan harus ada nilai investasi yang perlu diperhitungkan bagi kami.'' kata Eri.

Eri mengatakan sejauh ini SPBU-SPBU di Jabodetabek khususnya, walau sebanyak 75 persenΒ  siap menjual Pertamax, tapi masih ada yang menunjukkan keengganan untuk menambah atau mengganti tangki Pertamax.

''Yang pasti kan kita juga harus menunggu jaminan dari pemerintah dan payung hukumnya dulu. Begitu juga dengan permasalahan di Perpres itu. Jadi supaya jelas bagi kami. Kami sih udah memberi tahu Ibu Dirjen Migas.'' tutur Eri.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads