Ditjen Bea Cukai Bantah ada 'Permainan' Tarif Barang Impor

Ditjen Bea Cukai Bantah ada 'Permainan' Tarif Barang Impor

Ramdhania El Hida - detikFinance
Kamis, 16 Des 2010 14:41 WIB
Jakarta -

Merasa dipermainkan aparat bea cukai, penumpang bisa cek layanan online Ditjen Bea Cukai di mana pun mereka berada.

Direktur Teknis Kepabeanan dan Cukai Heri Kristiono menyanggah adanya 'permainan' yang dilakukan aparat bea cukai dalam menentukan tarif serta jenis barang penumpang.

"Itu hal yang mengada-ada," ujarnya ketika ditanya detikFinance, Kamis (16/12/2010), terkait adanya keluhan masyarakat yang menyatakan adanya aparat bea cukai yang memainkan jenis nomor Harmonize System (HS) barang impor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Heri menegaskan, tidak mungkin bisa aparat bea cukai melakukan 'permainan' tersebut apalagi si penumpang menyatakan pengurusan bea masuk bisa mencapai 1 bulan.

"Enggak mungkin, kan ada batasan waktunya, maksimal pelayanan bea masuk itu 2 jam," tegasnya.

Heri menyatakan masyarakat pun dapat melakukan langkah antisipasi jika memang tidak percaya dengan aparat bea cukai. Salah satunya adalah dengan pengecekkan secara online ke situs www.insw.go.id. Dari situs tersebut, penumpang dapat mengetahui tarif dan nomor HS barang bawaannya.

"Buka saja www.insw.go.id, di situ ada jenis-jenisnya, kode dan tarif ada disitu. Jadi, penumpang bisa antisipasi kalau takut dipermainkan," ujarnya.

Heri mengakui seharusnya di setiap kantor bea cukai diberikan pemberitahuan mengenai layanan online serta menyediakan layanan mandiri yaitu penyediaan beberapa komputer agar penumpang bisa mengakses situs tersebut.

"Seharusnya memang ditempeli di kantor pelayanan bea cukai, harus ditulis masyarakat bisa mengaksi www.insw.go.id untuk mengetahui kode dan tarif, dan harusnya kantor memberikan layanan mandiri, kalau kantor belum punya, bisa minta komputer ke pusat. Sekarang, layanan itu baru ada di beberapa kantor saja. Nanti saya telepon kantor-kantor itu," tandasnya.

(nia/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads