"Kami punya stok sampai 85 hari," ujar Djaelani di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat malam (17/12/2010).
Djaelani menyatakan pada kondisi normal saat ini, jumlah konsumsi Pertamax per hari mencapai 100 ribu kiloliter. Namun, saat hari 'H' pelaksanaan kebijakan pembatasan subsidi nanti, dipastikan konsumsi itu akan meningkat walaupun Djaelani belum mau menyebutkan penambahannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian begitu hari 'H' pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi dilakukan, Djaelani menegaskan kebutuhan pertamax dipastikan tetap akan mencukupi. Meskipun akan kurang dari 85 hari.
"Jadi misalnya nanti Maret berlebih karena konsumen mulai beralih, kemungkinan hanya jumlah stok harinya saja yang menurun," ujarnya.
Pertamina mengupayakan agar terdapat kelebihan stok pertamax guna mengantisipasi hal-hal tak terduga. Sedangkan, untuk stok premium, Djaelani menyebutkan saat ini pihaknya mencatat stok tersebut hanya bisa untuk 18 hari.
(nia/dnl)











































