Pada Minggu (19/12/2010), Hatta Rajasa melakukan kunjungan ke Kota Dumai yang berada di bibir garis pantai timur Sumatera. Hatta bertolak ke Dumai yang jaraknya dari Pekanbaru sekitar 200 KM arah utara, dengan pesawat carter.
Turun di Bandara Pinang Kampai Dumai, Hatta diajak Gubernur Riau, Rusli Zainal dan Walikota Dumai, Khairul berkeliling kota. Dari bandara, Hatta dengan kasat mata menyaksikan jalan nasional yang kondisi rusak parah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi jalan nasional yang rusak karena tidak dapat menampung beban kendaraan yang melebihi tonase itu membuat Hatta tercengang.
"Saya dari bandara kayaknya sengaja diajak muter sama pak gubernur. Dan ruas jalan yang dilalui, kondisinya rusak parah. Saya prihatin melihat kondisi ini," kata Hatta saat memberi pemaparan di Pendopo Pemkot Dumai.
Satu sisi, Hatta mengakui, bahwa Riau sudah ditetapkan salah satu kawasan cluster di Sumatera. Ini mengingat Riau merupakan basis penghasil CPO tersebesar saat ini. Pemerintah pusat, papar Hatta, ingin mengembangkan cluster dengan melibatkan semua investor.
"Mudah-mudahan untuk menunjang infrastruktur Riau sebagai kawasan cluster, maka pada Maret nanti (2011), kita akan kucurkan dana. Namun demikian untuk mewujudkan pembangunan itu tidak cukup hanya untuk mengandalkan APBN dan APBD. Kita harus melibatkan semua investor untuk menanamkan modalnya di Riau ini," kata Hatta.
Sedangkan Gubernur Riau, Rusli Zainal mengatakan, bahwa kondisi jalan yang rusak di Riau memang sangat memprihatinkan, khususnya menuju Kota Dumai yang dijuluki kota industrinya Riau. Gubernur menyebut,Β kendaraan berat baik pengangkutan CPO, serta pengangkut bahan lainnya minmal saat hari kerja ada 1200 kendaraan yang masuk Dumai.
Sisi lain, kondisi jalan nasional di Dumai rusak akibat badan jalan tak mampu menampung volume kendaraan yang melintas. Dan kondisi jalan yang rusak tersebut, sudah bertahun-tahun lamanya terabaikan.
"Untuk menunjang Dumai sebagai kawasan cluster itu, tentunya membutuhkan pembangunan infrastruktur jalan yang memadai," kata Rusli.
(cha/qom)










































