Bak gayung bersambut, peluang ini dimanfaatkan oleh Kedutaan Besar Indonesia di Italia, untuk mempergencar promosi bagi investasi perusahaan Italia di Indonesia. Secara khusus Duta Besar Indonesia untuk Italia, Mohamad Oemar, melakukan audiensi dengan pengusaha pengusaha dari distrik industri Provinsi Modena, Italia pada tanggal 17 Desember 2010 lalu.
”Indonesia terbukti memiliki ketahanan ekonomi yang cukup kuat dalam menahan goncangan resesi ekonomi global. Kini saat yang tepat bagi perusahaan Italia untuk memilih Indonesia sebagai tujuan investasi yang lebih stabil dan menjanjikan,” ungkap Oemar pada kesempatan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Niat industri UKM untuk mendiversifikasi pasar di Indonesia juga mendapat dukungan dari Walikota Modena, Giorgio Pighi, yang sangat terkesan mendengar pencapaian Indonesia di bidang ekonomi dalam 10 tahun terakhir. Bahkan lebih lanjut, Walikota Pighi juga memberikan sinyal positif terhadap gagasan Dubes Oemar terkait dengan penjajakan kerjasama Sister City khusus dalam bidang UKM antara Modena dan beberapa kota di Indonesia. Pertimbangan kerjasama sister city tersebut dibuat dengan menggunakan kriteria bahwa 95% dari kontribusi ekonomi masing-masing ekonomi harus datang dari sektor UKM.
Informasi yang diperoleh dari Associazione Piccole e Medie Industrie (CONFAPI), Asosiasi Industri Kecil dan Menengah provinsi Modena, dari 74,900 perusahaan yang tercatat di Provinsi Modena, mayoritas adalah UKM. Dan 700 perusahaan diantaranya telah menyatakan serius untuk meningkatkan jaringan bisnis dengan Indonesia.
Perihal peningkatan jaringan bisnis di Indonesia, Dubes Oemar menawarkan UKM Italia untuk menarik keuntungan yang lebih banyak melalui pemanfaatan kekayaan bahan baku produksi dan sumber daya manusia handal yang dimiliki Indonesia, selain juga mengeruk keuntungan dari penyerapan yang tinggi pasar domestik Indonesia serta, nantinya, pasar Komunitas ASEAN di tahun 2015.
Sebelumnya, Dubes Oemar juga menyempatkan diri bertemu dengan Emilio Sabattini, Presiden Provinsi Modena. Dalam pertemuan tersebut, Dubes Oemar menawarkan Modena untuk menjajaki peluang peningkatan daya saing Modena, tidak sebatas memasarkan produk akhir namun juga relokasi produksi di Indonesia.
Menurut Sandy Darmosumarto, Sekretaris III Pensosbud KBRI Roma, Provinsi Modena dan khususnya regione Emilia-Romagna dikenal sebagai kawasan ekonomi yang telah memiliki reputasi global. Kesuksesan industri mekatronik regione Emilia-Romagna tercermin dari popularitas produk global seperti mobil merek Ferrari, Maserati, Lamborghini, Pagani, De Tomaso, Bugatti dan motor Ducati, serta keju Parmesan dan cuka khas Modena.
(ang/ang)










































