Sektor UKM Italia Mulai Bidik Pasar Indonesia

Laporan dari Italia

Sektor UKM Italia Mulai Bidik Pasar Indonesia

Rangga Almahendra - detikFinance
Senin, 20 Des 2010 09:53 WIB
Sektor UKM Italia Mulai Bidik Pasar Indonesia
Modena, Emilia-Romagna. - Krisis ekonomi yang mendera negara-negara Eropa sepanjang dua tahun terakhir ini menyebabkan banyak perusahaan mencari pasar alternatif untuk pengembangan bisnisnya. Pasar di kawasan Eropa, Afrika Utara, Timur Tengah yang sudah jenuh tidak lagi menarik bagi perusahan perusahaan tersebut, dan kini banyak sebagian diantaranya yang melirik pasar Asia, khususnya Indonesia.

Bak gayung bersambut, peluang ini dimanfaatkan oleh Kedutaan Besar Indonesia di Italia, untuk mempergencar promosi bagi investasi perusahaan Italia di Indonesia. Secara khusus Duta Besar Indonesia untuk Italia, Mohamad Oemar, melakukan audiensi dengan pengusaha pengusaha dari distrik industri Provinsi Modena, Italia pada tanggal 17 Desember 2010 lalu.

”Indonesia terbukti memiliki ketahanan ekonomi yang cukup kuat dalam menahan goncangan resesi ekonomi global. Kini saat yang tepat bagi perusahaan Italia untuk memilih Indonesia sebagai tujuan investasi yang lebih stabil dan menjanjikan,”  ungkap Oemar pada kesempatan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan ini ditanggapi secara positif oleh Claudio Benedetti, Direktur Teknis TRASCAR S.p.A. - suatu perusahaan UKM pada sektor otomasi logistik yang bermarkas di Modena, yang menyatakan dalam waktu dekat pihaknya akan memacu penjualan produknya di luar Italia dan terutama di Indonesia hingga 40-50%.

Niat industri UKM untuk mendiversifikasi pasar di Indonesia juga mendapat dukungan dari Walikota Modena, Giorgio Pighi, yang sangat terkesan mendengar pencapaian Indonesia di bidang ekonomi dalam 10 tahun terakhir. Bahkan lebih lanjut, Walikota Pighi juga memberikan sinyal positif terhadap gagasan Dubes Oemar terkait dengan penjajakan kerjasama Sister City khusus dalam bidang UKM antara Modena dan beberapa kota di Indonesia. Pertimbangan kerjasama sister city tersebut dibuat dengan menggunakan kriteria bahwa 95% dari kontribusi ekonomi masing-masing ekonomi harus datang dari sektor UKM.

Informasi yang diperoleh dari Associazione Piccole e Medie Industrie (CONFAPI), Asosiasi Industri Kecil dan Menengah  provinsi Modena, dari 74,900 perusahaan yang tercatat di Provinsi Modena,  mayoritas adalah UKM. Dan 700 perusahaan diantaranya telah menyatakan serius untuk meningkatkan jaringan bisnis dengan Indonesia.

Perihal peningkatan jaringan bisnis di Indonesia, Dubes Oemar menawarkan UKM Italia untuk menarik keuntungan yang lebih banyak melalui pemanfaatan kekayaan bahan baku produksi dan sumber daya manusia handal yang dimiliki Indonesia, selain juga mengeruk keuntungan dari penyerapan yang tinggi pasar domestik Indonesia serta, nantinya, pasar Komunitas ASEAN di tahun 2015.

Sebelumnya, Dubes Oemar juga menyempatkan diri bertemu dengan Emilio Sabattini, Presiden Provinsi Modena. Dalam pertemuan tersebut, Dubes Oemar menawarkan Modena untuk menjajaki peluang peningkatan daya saing Modena, tidak sebatas memasarkan produk akhir namun juga relokasi produksi di Indonesia.

Menurut Sandy Darmosumarto, Sekretaris III Pensosbud KBRI Roma,  Provinsi Modena dan khususnya regione Emilia-Romagna dikenal sebagai  kawasan ekonomi yang telah memiliki reputasi global.  Kesuksesan industri mekatronik regione Emilia-Romagna tercermin dari popularitas produk global seperti mobil merek Ferrari, Maserati, Lamborghini, Pagani, De Tomaso, Bugatti dan motor Ducati, serta keju Parmesan dan cuka khas Modena.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads