Harga Cabai Kian 'Pedas', Naik Hingga 2 Kali Lipat

Harga Cabai Kian 'Pedas', Naik Hingga 2 Kali Lipat

Ninik Setrawati - detikFinance
Senin, 20 Des 2010 10:22 WIB
Harga Cabai Kian Pedas, Naik Hingga 2 Kali Lipat
Jakarta -

Harga cabai di pasaran sekitar Jakarta kembali membengkak menyusul kurangnya stok akibat curah hujan yang tinggi. Rata-rata harga cabai naik hingga lebih dari dua kali lipat.

Menurut salah satu penjual bahan makanan di Pasar Minggu bernama Sri yang sudah berjualan selama lima tahun di tempat tersebut, naiknya harga cabai ini sudah dimulai sejak 10 hari yang lalu.

"Semua harga-harga cabai naik gara-gara enggak ada stok di pasar induk. Soalnya lagi musim ujan, banyak pohon cabai yang busuk," katanya kepada detikFinance, Jakarta, Senin (20/12/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut wanita berumur 42 tahun ini, harga cabai rawit merah yang ia jual di kiosnya saat ini sebesar Rp 65.000 per kg, padahal jika situasi sedang normal harganya hanya Rp 25.000. Sementara harga cabai rawit hijau sebesar Rp 55.000 per kg yang biasanya hanya Rp 25.000 per kg.

Harga cabai merah pun ikutan naik, menjadi Rp 40.000 per kg yang biasanya dijual di harga Rp 10.000 per kg dalam situasi normal. Naiknya harga cabai ini berimbas kepada penjualan sehari-hari Sri menjadi turun.

"Sebelum mahal itu, sehari saya bisa jual 10-25 kg. Tapi setelah mahal paling cuma bisa 5 sampai 15 kg sehari," ujarnya.

Ia yakin, harga-harga ini akan kembali turun jika musim hujan sudah berlalu. Dengan kondisi cuaca yang membaik, maka stok cabai bisa disediakan dengan baik oleh para petani.

Sri menambahkan, naiknya harga cabai itu merangsang naiknya harga bahan pokok lainnya, seperti bawang putih dan merah. Saat ini, di pasaran, bawang merah dijual di harga Rp 15.000 per kg dari biasanya sebesar Rp 10.000 per kg.

Sementara bawang putih yang biasanya dijual Rp 20.000, kini menjadi Rp 25.000 per kg. Sedangkan harga daging sapi dijual Rp 62.000 per kg di tempat tersebut.

Namun demikian, meroketnya harga cabai ini tidak membuat konsumsi pembeli turun. Kebiasaan orang Indonesia mengkonsumsi cabai tidak bisa dihentikan, mereka hanya menambah uang belanja bulanan agar stok cabai di dapur tetap tersedia.

Seperti diutarakan oleh salah seorang pembeli yang ditemui detikFinance, Linda yang bertempat tinggal di Condet. Menurutnya, ia dan keluarganya setiap minggu mengkonsumsi 1/4 kg cabai merah, 1/4 kg cabai hijau dan 1/2 kg cabai merah.

"Konsumsinya enggak ngaruh. Tapi ngaruh ke uang belanja yang nambah membengkak. Mau enggak mau harus beli karena kita di rumah kan suka makan pedas jadi enggak bisa mengurangi konsumsi cabai," ujar wanita berdarah Sumatera ini.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads