"Bangsa kita ini agak sedikit malas, karena gemah ripah loh jinawi. Kerja sedikit tetap makan kok," ujar Chariul dalam sebuah seminar KEN bertajuk Prospek Ekonomi Indonesia 2011 di Menara Bank Mega, Jalan Tandean, Jakarta, Senin (20/12/2010).
Ia menjelaskan, ketika Chairul belajar di negara China ternyata negara sosialis komunis tersebut melakukan transformasi mindset terhadap masyarakatnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, adanya 'orang kaya' seharusnya dapat dimanfaatkan lebih oleh masyarakatnya. Karena melalui orang kaya, Chairul mengatakan akan terjadi sebuah keseimbangan bagi orang miskin.
"Jadi mau apa saja warna kucing, asalkan bisa menangkap tikus. Atau kaya itu boleh asal dapat bermanfaat bagi bangsa," tambahnya.
Oleh karena itu, lanjut Chairul, Indonesia pun harus dapat merubah pola pikirnya menjadi bangsa yang bekerja keras. Karena dengan bekerja keras perbaikan ekonomi akan terdorong bahkan pertumbuhannya bisa menyentuh 8%.
"Kita ubah bangsa ini dengan bekerja lebih keras jangan cepat berpuas diri. Agar bisa tumbuh ekonomi kita dari mencapai 7% bahkan sampai 8% ke depan," tambah Chairul.
Lebih jauh Chairul mengharapkan adanya kerja sama antara semua pihak terutama dunia usaha. Peran pemerintah, sambung Chairul akan semakin kecil nantinya dalam perekonomian karena akan beralih ke sektor dunia usaha.
(dru/dnl)










































