"Penerimaan ada 1 faktor penambahan impor, kalau bukan karena harga CPO yang tinggi itu, juga susah penerimaan. CPO baru bulan September ini tinggi. Target itu ditargetkan di BC tapi yang menargetkan bukan di sini," ungkap Dirjen Bea Cukai Thomas Sugijata saat ditemui di KPBCC A2 Sunda Kelapa, Tanjung Priok, Selasa (21/12/2010).
Oleh sebab itu, Thomas menyatakan pihaknya belum berniat untuk merevisi targetnya. "Targetnya uncontrolled apalagi bea keluar, kalau bea masuk masih dibawah kendali kita," tandasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
''Untuk penerimaan cukai telah mencapai Rp 62,14 triliun atau 104,86 persen dari target awal Rp 59,26 triliun per tahun,'' ujarnya.
Sedangkan, penerimaan bea masuk telah mencapai Rp18,86 triliun atau sekitar 110,25 persen dari target Rp17,1 triliun per tahun. Sementara untuk bea keluar telah mencapai Rp6,84 triliun atau sekitar 125,43 persen dari target tahunan yakni Rp5,45 triliun.
Sedangkan dari sisi pajak impor telah mencapai Rp 105,02 triliun. "Tapi tidak ada target karena menjadi penerimaan pajak, untuk PPN hasil tembakau mencapai Rp10,70 triliun," tandasnya.
(nia/ang)











































