Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Erwin Aksa di acara Hipmi Economic Outlook 2011, di Jakarta, Jumat (23/12/2010)
"Bagi pengusaha, yang penting kebocoran pajak harus dicegah, kedisiplinan aparat pajak harus diperbaiki," kata Erwin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Juga apakah pengurangan bea masuk, pengurangan pajak penghasilan, termasuk PPN barang modal," serunya.
Dikatakannya jika pelaku usaha diberikan 'nafas' untuk mengembangkan investasinya dengan berbagai pengurangan pajak. Sehingga semangat investasi bisa terus tumbuh di kalangan pelaku usaha yang ujung-ujungnya akan menopang pertumbuhan ekonomi.
"Penerimaan pajak harus lebih besar. Selain itu, dengan mengurangi subsidi dengan pembatasan BBM, akan ada tambahan anggaran untuk infrastruktur," katanya.
Mengenai infrastruktur, Erwin mengharapkan proyek-proyek 'mercu suar' harus terus digenjot, seperti proyek Jembatan, pelabuhan, bandara dan lain-lain yang saat ini sudah mengalami banyak masalah.
"Air Port kita di Soekarno Hatta sudah semakin padat, kita butuh air port baru. Ini karena sudah 10 tahun kita tak membangun infrastruktur secara besar-besaran," ucapnya.
(hen/ang)











































