Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan mengatakan, dirinya mendapatkan berita bahwa Vietnam Food Asociation akan mengerem ekspor beras untuk memperkuat cadangan berasnya.
"Saya kemarin dari Hanoi, di sana persoalannya juga sama. Vietnam Food Asociation akan rem ekspor untuk memperkuat cadangan. Sekarang ini yang bisa di deliver sisa dari 2010 ke 2011 cuma mampu setengah juta ton dan dia merasa belum aman," tutur Rusman di Istana Presiden, Jakarta, Kamis (23/12/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu artinya kalau kita mau tetap harus mengimpor, maka impor pun akan susah. Karena hampir negara utama pemain ekspor beras Vietnam dan Thailand, ini juga akan menjadi sangat sangat susah. Dan kita akan lebih susah lagi. Oleh sebab itu, kita harus all out, meningkatkan produksi dalam negeri," paparnya.
Rusman mengatakan, pemerintah mau tidak mau harus melakukan segala macam hal untuk bisa meningkatkan produksi serta memelihara kepercayaan petani untuk terus bergairah menanam.
Menurutnya, bahan pokok akan menjadi pemicu kenaikan inflasi di 2011. Karena tidak adanya perbaikan dari sisi suplai yang menyebabkan harga terus naik. Bahkan di tahun depan, inflasi menurut Rusman sulit dikendalikan di bawah 6,5%.
"Yang pasti di atas 6%. Karena kita sekarang bicara antara 6% dan 7%, mudah-mudahan masih bisa 6,5%," tukas Rusman.
(dnl/qom)











































