Merpati 'Kantongi' Utang Rp 1,9 Triliun

Merpati 'Kantongi' Utang Rp 1,9 Triliun

- detikFinance
Senin, 27 Des 2010 14:01 WIB
Jakarta - PT Merpati Nusantara Airlines (Merpati) masih mempunyai utang sebesar Rp 1,9 triliun sampai dengan akhir 2010. Merpati mendesak pemerintah segera menyuntikkan dananya melalu Penyertaan Modal Negara (PMN) di awal 2011 untuk membantu operasional perusahaan.

Demikian diungkapkan Direktur Utama Merpati Sardjono Jhony Tjitrokusumo alam konferensi persnya di Gedung SAR, Kemayoran, Jakarta, Senin (27/12/2010).

"Ekuitas kita atau kita sebut outstanding utang kita di akhir Desember ini sebesar Rp 1,8 triliun. Itu terdiri dari utang ke beberapa lessor, PT Pertamina dan PT Angkasa Pura," ujar Jhony.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, dana PMN dari pemerintah untuk memperbaiki Merpati hingga saat ini belum juga digelontorkan oleh sebab itu utang kembali menumpuk. Jhony menegaskan, seharusnya jika ingin memperbaiki Merpati sebagai maskapai plat merah nasional sudah semestinya dilakukan saat ini.

"Saat ini kita sebenarnya sudah siap memperbaiki perusahaan oleh sebab itu perlu adanya dukungan dana dari pemerintah sesuai janjinya. Jangan molor terus karena bantuan ke Merpati itu dari dulu selalu diterima tidak pernah tepat waktu," terangnya.

Jhony memaparkan, program PMN ini sudah berjalan selama 5 tahun bahkan sampai berganti direksi selama 4 kali dan tidak pernah selesai. Pada tahun 2007, Jhony mengatakan, diputuskan restrukturisasi Merpati sebesar Rp 610 miliar tetapi baru diberikan Rp 300 miliar. Nah sisanya akan diberikan di 2009 sebesar Rp 310 miliar.

"Tetapi tidak cair-cair sampai saat ini. Karena ada pergantian direksi baru maka manajemen dijanjikan lagi di Januari 2011 akan digelontorkan
makanya mudah-mudahan bisa masuk semua," terangnya.

"Ketika pemerintah berjanji dan sudah disetujui DPR seharusnya tepat waktu diberikan dana tersebut karena jika nanti digeser ke bulan berikutnya maka kebutuhan perusahaan akan berbeda lagi, kita diminta kerja yang benar ya seharusnya dana yang dikasih juga benar," imbuh Mantan Dirut ASDP Indonesia Ferry tersebut.

Terkait utang pemerintah dalam bentuk SLA (Subsidiary Loan Agreement) atau penerusan pinjaman sebesar US$ 232 juta untuk membeli 15 unit pesawat, Jhony mengatakan saat ini pesawat MA-60 sudah didatangkan sebanyak 9 pesawat. Dia berharap di April 2011 seluruh pesawat MA-60 buatan China ini akan hadir seluruhnya untuk mendukung rute penerbangan yang lebih banyak lagi.

"Pesawat MA-60 ini sudah 9 datang, dengan enam tipe warna nanti di bulan Februari, Maret dan April 2011 akan hadir 2 pesawat setiap bulannya sehingga di April total 15 pesawat siap menjadi bagian Merpati," terangnya.

Lebih jauh Jhony mengungkapkan saat ini Merpati telah mengoperasikan sebanyak 23 pesawat dari tipe Jet, Ma-60, Pinoter dan Casa.

Ditempat yang sama Direktur Niaga Merpati Tonny Aulia Achmad mengatakan total pendapatan di 2011 ditargetkan akan mencapai Rp 1,9 triliun. Hal ini didukung dengan adanya penambahan jumlah penerbangan dan pesawat baru yang hadir.

"Seandainya seluruh pesawat akan hadir di 2011 maka setiap bulannya kita akan menerima Rp 100 miliar dan pendapatan bisa mencapai lebih diatas Rp 1,8 triliun seperti ditahun 2009 kemarin," ujar Tonny.

(dru/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads