"Desember ini memang sulit dibendung, akan terjadi yang lumayan juga sih. Artinya, Bulan Desember inflasi itu pasti," ujar Kepala BPS Rusman Heriawan ketika dihubungi detikFinance, Senin (27/12/2010).
Menurut Rusman, tekanan inflasi pada bulan ini masih disebabkan kenaikan harga beras yang berdasarkan data BPS hingga minggu ketiga bulan ini, kenaikan harga beras sudah mencapai 5% jika dibandingkan bulan November lalu. Selain itu, ada juga beberapa komoditas pangan yang menunjukkan kenaikan harga pada bulan ini, seperti cabe merah dan bawang merah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan Natal, ujar Rusman, tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap inflasi. Pasalnya, masyarakat yang merayakan Natal di Indonesia tidak sebanyak yang merayakan Hari Raya Idul Fitri.
"Natal, jelas ada pengaruhnya ke inflasi tapi yang merayakan saudara kita porsinya tidak seperti saat Lebaran," ujarnya.
Rusman menyatakan inflasi kali ini juga dipengaruhi ekspektasi masyarakat terhadap minimnya barang yang beredar di pasar. Padahal, pasokan barang tersebut tersedia.
"Persoalan ekspektasi orang yang mengatakan barang-barang gak ada di pasar padahal ada," ujarnya.
Berdasarkan perkiraan sementara, Rusman menilai inflasi Desember ini akan menyebabkan tembusnya target inflasi sebesar 6%.
"Year to date kan 5,98%, kalau inflasi tembus ke 6%. Namun berapanya? Yang agak moderat, akan ada 6,5% plus minus, bisa lebih tinggi, bisa lebih rendah, tapi yang jelas di atas 6%" pungkasnya.
(nia/qom)











































