Tahun Depan Produksi Beras Dunia Belum Menentu

Tahun Depan Produksi Beras Dunia Belum Menentu

- detikFinance
Selasa, 28 Des 2010 19:51 WIB
Jakarta - Negara-negara produsen beras dunia seperti Thailand, Vietnam, Pakistan, termasuk Indonesia belum bisa memastikan kondisi produksi beras tahun depan. Hal ini terkait masih adanya ancaman cuaca ekstrim di tahun depan yang berdampak pada produksi negara-negara penghasil beras.

“Prediksi tahun  2011,  banyak yang mengatakan kalau harga masih akan naik. Tetapi setelah saya diskusi dengan Vietnam, Pakistan, dan Thailand, mereka mengatakan juga bahwa produksi beras tidak pasti," kata Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso di kantornya, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (28/12/2010).

Meskipun dihantui dengan ketidakpastian cuaca ada sedikit keyakinan mengenai produksi beras masih bagus diawal 2011 ini. Sutarto mencontohkan sekalipun ada banjir di 41 propinsi di Tahiland,  tapi produksi beras Negeri Gajah Putih itu masih baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk Indonesia mudah-mudahan bulan Januri-Februari (2011) tidak terjadi banjir. Kalau banjir besar, tentu akan berpengaruh pada produksi," katanya.

Ia menjelaskan jika pun terjadi banjir, dengan adanya ketersedian Bulog akhir tahun ini sebesar 1,5 juta ton beras, maka stok beras masih relatif aman.

Hal ini terkait langkah impor beras yang sudah dilakukan Bulog dengan alokasi total 1,230 juta ton.

"Yang sudah masuk per 28 Desember 2010 sebanyak 516 ribu ton. Kita impor dari Vietnam dan Thailand. Saya sudah tanda tangan kontrak dengan Vietnam, yaitu impor beras sebanyak  800 ribu ton, dengan rincian 700 ribu ton 15 % brokennya, sisanya 100 ribu ton brokennya 5 %. Dari Thailand yang sudah di tanda tangani adalah 280 ribu ton, brokennya 5%. Kemudian untuk yang 150 ribu ton ini sudah deal hanya belum cocok harganya saja, jadi jumlahnya semuanya adalah 1,230 juta ton tadi," katanya.

Disinggung mengenai pengadaan beras oleh Bulog, stok awal Bulog awal 2010 yaitu 1,62 juta dengan target stok akhir tahun 2010 sebanyak 1,5 juta ton. Pengadaan beras Bulog kurang lebih 1,941 juta ton atau meleset dari target awal yang mencapai 3,2 juta ton.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads