"November kan sudah 0,6%, mudah-mudahan ya angkanya sekitar November itu," ujar Kepala BPS Rusman Heriawan ketika ditemui di Gedung BPK, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (29/12/2010).
Menurutnya, Inflasi yang terjadi pada bulan ini masih didominasi oleh tingginya harga beras dan adanya kenaikan harga cabai. Faktor lainnya, lanjutnya adalah kenaikan minyak goreng terutama dipicu oleh adanya Natal dan Tahun Baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk harga cabai, Rusman menjelaskan kenaikan harga cabe lebih disebabkan perilaku konsumen dan cuaca. Dalam sebulan ini memang harga beras telah mengalami kenaikan sebesar 6% dan cabai merah naik mendekati 100%.
"Tapi kalau cabai, kita bukan saja survei harga juga teliti perilaku konsumen naik. Kalau harga naik dia kurangin volumenya. Dengan spending yang sama dengan cabai volumenya dikurangi. Tidak berlaku pada beras, berapapun harga beras kita harus beli. Mungkin harus nahan-nahan lapar dikit," ujarnya.
Lebih jauh ia memprediksikan, laju inflasi sepanjang 2010 bisa menembus angka 6%. Angka ini meleset dari target dalam asumsi APBN-P 2010 yang sebesar 5,3.%.
"Dari keseluruhan itu kita lihat fakta inflasi pastinya akan tembus 6% karena tidak ada deflasi. Perkiraan kita mudah-mudahan ya sekitar 6,5%Β tapi ya saya gak tau ya, bisa diatas 6,5 sedikit bisa juga dibawah 6,5 dikit," kata Rusman.
BPS sebelumnya mencatat inflasi bulan November 2010 mencapai 0,6%. Besaran inflasi Januari-November 2010 sebesar 5,98%, sementara inflasi year on year 6,33%.
(dru/qom)











































