“Saya juga sudah berkoordinasi dengan panglima TNI, bahwa TNI nantinya akan ikut membantu memberantas hama penyakit. Mereka siap untuk membantu,” kata Suswono di kantornya, Rabu (29/12/2010)
Menurutnya upaya memberantas hama ini bagian dari upaya menekan dampak hama terhadap terganggunya produksi pertanian.Selain hama, masalah cuaca ekstrim yang mengganggu mempengaruhi produksi pertanian juga menjadi perhatian pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Prediksi dari BMKG, bulan April ini akan mulai musim kemarau. Tetapi hujan tetap turun. Pengumuman yang kedua adalah bahwa bulan Juni sudah akan masuk musim kemarau, tapi tetap saja hujan. Akhirnya timbullah istilah kemarau basah. Pada April, setelah pengumuman tersebut, banyak petani yang mulai menanam. Akibatnya, banyak yang gagal karena tidak sesuai prediksi," jelasnya.
Pada 2011 mendatang, Suswono mengatakan bahwa Pusat Penelitian Kementerian Pertanian, tengah menyiapkan bibit nggul untuk menghadapi cuaca yang buruk. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir kerugian yang akan ditanggung oleh petani.
“Untuk padi, khususnya di daerah yang banyak airnya, ada varietas yang cocok, yaitu Inpra. Sedangkan untuk yang kurang airnya, jenis yang cocok adalah Inpago,” tambahnya.
Selain itu, upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan menggiatkan penyuluhan kepada masyarakat agar para penyuluh lebih dekat lagi dengan masyarakat. Hal ini diharapkan akan menyebabkan hasil penelitian langsung bisa diaplikasikan kepada petani.
Penanganan lainnya untuk meminimalisir kerugian petani adalah dengan menggiatkan adanya shading net yang tidak bisa diberikan secara massal karena adanya keterbatasan anggaran.
(nin/hen)










































