Pemerintah Matangkan Konsep Dana Stabilisasi Utang di 2011

Pemerintah Matangkan Konsep Dana Stabilisasi Utang di 2011

- detikFinance
Rabu, 29 Des 2010 20:07 WIB
Jakarta - Pembentukan dana stabilisasi utang (bond stabilization fund) bakal masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Kementerian BUMN 2011.

Menteri BUMN Mustafa Abubakar menyatakan, saat ini Kementerian Keuangan dengan Kementerian BUMN tengah membahas konsep bond stabilization fund (BSF).

BSF merupakan salah satu strategi pemerintah untuk mengantisipasi terjadinya peralihan dana asing sewaktu-waktu dari Indonesia (suddenreversal), melalui
pembelian kembali Surat Utang Negara (SUN).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sedang bahas konsep kerjasamanya, kelihatannya itu program yang strategis  untuk fiskal kita. Jangan sampai arus modal keluar,” ujarnya saat ditemui di kantor Menko  Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (29/12/2010).

Sebelumnya, Pjs Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Agus Suprijanto menyatakan  bahwa pemerintah tengah melakukan diskusi dengan lima perusahaan pelat merah  yang cukup ternama yaitu Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, Bank Negara  Indonesia (BNI), PT Taspen, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terkait  pembentukan BSF tersebut.

Terkait dengan kelima BUMN yang disebutkan oleh BKF, Mustafa menegaskan bahwa  masih kelimanya masih belum pasti dalam komitmen pembentukan BSF. “Belum, itu  baru isu. Nanti kami lihat BUMN-BUMN yang relevan dan punya kemampuan,” ujarnya.

Mustafa melanjutkan, besar dana yang akan disumbang oleh perusahaan-perusahaan  BUMN tergantung dari hasil pembahasan. “Sekarang sedang dalam tahap kami  identifikasi dulu. BUMN yang relevan dan punya kemampuan fiskal. kita  kesepakatan dulu,” ujarnya.

Bila nantinya, pembahasan tuntas pada Desember ini, maka tidak menutup  kemungkinan akan ditarik dalam RKP Kementrian BUMN.

“Kami harapkan sebelum tutup  tahun sudah rampung,  termasuk aspek institusi lembaga yang terlibat. Kalau kami  sepakat, pembahasan RKP kan Desember-Januari, kalau ini masuk dalam konsep  kerjasama,” pungkasnya.

(nia/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads