"Kalau disetarakan dengan beras sekitar 300 ribu ton," ujar Menteri Pertanian, Suswono saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (29/12/2010).
Suswono menyebutkan puso melanda hampir seluruh wilayah Indonesia. Selain kondisi cuaca yang tidak menentu, hama wereng turut memicu terjadinya puso. Menurutnya, hama wereng terjadi lantaran tidak ada selingan selama menanam padi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walaupun dilanda puso, Suswono mengaku tidak akan berdampak buruk terhadap ketahanan pangan. Pasalnya, puso hanya melanda sebagian kecil lahan sawah.
"Kalau kita punya lahan 12 juta hektar, jadi masih di bawah 1%," ujanya.
Suswono menegaskan guna menjaga ketahanan pangan sekaligus menggenjot produksi tahun 2011 mencapai 39 juta ton. Kementerian Pertanian sudah menyiapkan
empat program. Pertama, intesifikasi pangan dengan menggunakan varietas padi yang cocok dengan kondisi lahan yang ada. Dia mengatakan, untuk lahan genangan ada varietas padi namanya INPARA.
Sedangkan, varietas INPAGO untuk daerah sedikit air atau tadah hujan. Kemudian, daerah endemi wereng atau batang cokelat ada varietas tahan hama
yaitu INPARI 13. Kedua, tahun depan akan mencetak sawah baru seluas 70 ribu hektar. Langkah ini untuk mengimbangi ancaman konversi lahan.
Ketiga, membangun 5200 embung untuk menampung air hujan. Rencananya, setiap kecamatan di seluruh Indonesia akan memiliki satu embung. Keempat, menyiapkan siaga hama dengan melibatkan TNI dan petugas penyuluh pertanian.
(nia/hen)










































