100 Ribu Hektar Sawah Alami Gagal Panen di 2010

100 Ribu Hektar Sawah Alami Gagal Panen di 2010

- detikFinance
Rabu, 29 Des 2010 20:27 WIB
Jakarta - Menteri Pertanian Suswono mengatakan pada tahun ini seluas 100 ribu hektar lahan sawah di Indonesia mengalami gagal panen. Dia memperhitungkan apabila rata-rata panen setiap hektar 5 ton maka puso tersebut menyebabkan kehilangan sebanyak 300 ribu ton gabah kering giling.

"Kalau disetarakan dengan beras sekitar 300 ribu ton," ujar Menteri Pertanian, Suswono saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (29/12/2010).

Suswono menyebutkan puso melanda hampir seluruh wilayah Indonesia. Selain kondisi cuaca yang tidak menentu, hama wereng turut memicu terjadinya puso. Menurutnya, hama wereng terjadi lantaran tidak ada selingan selama menanam padi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seharusnya, lanjut Suswono, mesti diselingi tanaman pangan tertentu seperti palawija. Dia mencontohkan, salah satu daerah endemi wereng adalah Klaten, di Jawa Tengah.

Walaupun dilanda puso, Suswono mengaku tidak akan berdampak buruk terhadap ketahanan pangan. Pasalnya, puso hanya melanda sebagian kecil lahan sawah.

"Kalau kita punya lahan 12 juta hektar, jadi masih di bawah 1%," ujanya.

Suswono menegaskan guna menjaga ketahanan pangan sekaligus menggenjot produksi tahun 2011 mencapai 39 juta ton. Kementerian Pertanian sudah menyiapkan
empat program. Pertama, intesifikasi pangan dengan menggunakan varietas padi yang cocok dengan kondisi lahan yang ada. Dia mengatakan, untuk lahan genangan ada varietas padi namanya INPARA.

Sedangkan, varietas INPAGO untuk daerah sedikit air atau tadah hujan. Kemudian, daerah endemi wereng atau batang cokelat ada varietas tahan hama
yaitu INPARI 13. Kedua, tahun depan akan mencetak sawah baru seluas 70 ribu hektar. Langkah ini untuk mengimbangi ancaman konversi lahan.

Ketiga, membangun 5200 embung untuk menampung air hujan. Rencananya, setiap kecamatan di seluruh Indonesia akan memiliki satu embung. Keempat, menyiapkan siaga hama dengan melibatkan TNI dan petugas penyuluh pertanian.

(nia/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads