Sering Recoki Inflasi, Harga Cabai akan Dicoret dari Hitungan BPS

Sering Recoki Inflasi, Harga Cabai akan Dicoret dari Hitungan BPS

- detikFinance
Kamis, 30 Des 2010 17:52 WIB
Jakarta - Pemerintah berniat meniadakan harga cabai sebagai salah satu instrumen yang dipakai untuk menghitung inflasi setiap bulannya. Selama ini lonjakan harga cabai kerap kali mendongkrak tingkat inflasi di Indonesia.

"Kami sudah diskusi dengan BPS (Badan Pusat Statistik) apakah masih layak atau tidak memasukan indikator harga cabai dan cabai merah dalam penilaian inflasi karena setiap kali ada cuaca yang tak menentu atau Lebaran pasti harganya naik," kata Wakil Menkeu Anny Ratnawati di gedung BEI, Kamis (30/12/2010)

Untuk wacana ini, pemerintah masih terus membicarakannya dengan BPS. Khusus untuk tahun 2010 ini, Anny mengakui tingkat inflasi sedikit diatas proyeksi pemerintah yaitu akan mencapai 6,5%

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Inflasi diproyeksikan ada diposisi 6,5% agak sedikit meleset dari 5% plus-minus 1%, itu tidak terlalu mengkhawatirkan. Dalam dua bulan terakhir peningkatan inflasi didorong oleh harga cabai dan cabai merah," katanya.

Dikatakan Anny, yang perlu diperhatikan pada tahun 2011 soal harga komoditas terutama dari suplai dan demand. Selain itu, harga minyak dunia yang terus  merayap naik, ia optimis pemerintah bisa menanganinya dengan baik.

"Untuk harga minyak memang mengalami kenaikan, kita pernah mengalami di level US$ 30 per barel atau diatas US$ 100, kita tetap bisa kontrol itu," ucapnya. (hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads