"Buat draft finalnya sudah selesai. Harapan kita awal Januari sudah bisa keluar dua inpres itu," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa di Istana Bogor, Kamis (30/12/2010).
Hatta menjelaskan dalam inpres itu akan diatur mengenai fleksibelitas Bulog dalam menghadapi musim tanam yang berubah atau ada gangguan terhadap petani akibat perubahan iklim. Konkritnya dalam bentuk pembagian bibit dan penyediaan pupuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai langkah Bulog saat ini dalam menghadapi kenaikan harga beras, Hatta mengatakan Bulog sudah gencar melakukan operasi pasar. Hasilnya harga beras, menurut Hatta berangsur-angsur mulai turun.
"Stabilisasi harga bahan pokok kita lakukan dg operasi pasar. Bulog saat ini lakukan intervensi per hari sampai 3rb ton, sehingga harga beras
cenderung turun," katanya
Dikatakan Hatta, kedepannya ada perkirakan negara-negara produsen pangan akan mengurangi ekspor berasnya di 2011. Untuk itu, produksi beras Indonesia harus terus digenjot termasuk dalam mengamankan pengadaan beras oleh Bulog.
"Oleh karena itu kita buat dua inpres tadi untuk Bulog. Pertama buat antisipasi perubahan iklim yang berpengaruh pada musim tanam. Kedua untuk optimalisasi serap beras dari petani. Februari kita akan panen raya dan harga beras pasti akan turun," jelas Hatta. (hen/hen)










































