Perseroan siap mempelajari struktur tender dan penelaahan terhadap lokasi kelima ruas tol tersebut.
Menurut Direktur Utama JSMR, Frans Sunito, perseroan dipastikan tidak mengikuti seluruh ruas tol yang ditenderkan. BUMN jalan tol ini hanya memfokuskan diri pada ruas baru yang berpotensi menambang jaringan dari tol yang sudah dimiliki perseroan.
"5 ruas saya juga baru baca itu, berminat. Kita pasti akan pelajari. Namun kebijakan perusahaan adalah, jalan tol baru yang merupakan jaringan kita, eleveted. Sehingga mempermudah, prediksi traffic juga bisa diketahui," jelas Frans di Kantornya, Taman Mini, Jakarta, Kamis (30/12/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tender dilaksanakan dengan menerapkan sistem Kerja sama Pemerintah Swasta (KPS), dengan nilai mencapai Rp 18,35 triliun. Tercatat ruas tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, sepanjang 60 km dengan nilai investasi Rp 4,93 triliun. Kemudian Pandaan-Malang sepanjang 37,2 km dan investasinya Rp 2,5 triliun.
Untuk ruas Cisemdawu sepanjang 58,8 km, dan nilai investasi Rp 4,3 triliun. Dan investasi Pasirkoja-Soreang Rp 1 triliun, dan panjang 15 km, serta Manado-Bitung 46 km, senilai Rp 5,6 triliun.
Pemerintah sendiri telah menuntaskan studi kelayakan terhadap 4 ruas tol baru dan dianggap telah memenuhi standar. Namun masalah finansial masih membutuhkan dukungan dari pemerintah.
Sedangkan satu lagi, Manado-Bitung masih proses evaluasi dalam rangka meningkatkan kelayakan secara ekonomi atau finansial. 5 ruas merupakan bagian dari 30 jalan tol yang masuk dalam rencana proyek cetak biru (blue print) Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional.
(wep/hen)











































