"Alhamdulillah dipesan sama ibu dari sini (Istana Bogor -red), buat seribu tusuk sekaligus. Ini rejeki nomplok," ujar Pak Ali sambil sibuk membakar sate di pelataran Istana Bogor, Kamis (30/12/2010).
Seribu tusuk sate kambing dan ayam sebanyak itu bukan untuk konsumsi perayaan tahun baru yang akan jatuh Jumat malam. Tetapi untuk makan malam Presiden SBY, Wapres Boediono, para menteri berikut seluruh staf, ajudan, sopir, paspampres, polisi dan tenaga bantuan yang terlibat dalam pelaksaan retreat (rapat kebinet) bidang ekonomi yang baru akan berakhir dini hari nanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk memenuhi pesanan seribu tusuk sate, Pak Ali menggandeng koleganya yang sehari-hari juga mangkal di kawasan Jembatan Merah, Bogor. Sementara untuk membantu menyiapkan sate, Pak Ali mengajak putranya.
Maka ada dua gerobak sate yang malam ini mangkal di dalam Istana Bogor. Satu di pelataran bawah dan satu lagi di teras belakang gedung sayap kanan yang ditata sedemikian rupa menjadi ruang makan.
"Kita diberi batik ini, disuruh pakai sekarang," sambungnya.
Pak Ali menyatakan siap bila seribu tusuk sate dan seratus lontong yang dibawa timnya masih kurang. Sebab khusus di akhir tahun rekanannya pemasok daging ayam dan lontong menyediakan persediaan lebih banyak.
"Kalau perlu 200 tusuk lagi mah gampang. Nanti saya telepon minta antar ke sini. Hehe....," kata Pak Ali yang mengaku mendapat pendapatan bersih tidak kurang dari setengah juta rupiah dari 'kontrak' dadakan malam ini. (lh/hen)










































