Demikian dikutip detikFinance dari siaran pers Refleksi Akhir Tahun 2010 Kementerian BUMN, Minggu (02/01/2011).
"Kineja BUMN selama 2010 mengalami peningkatan yang cukup signifikan dimana diperkirakan laba bersih akan mencapai Rp 84,78 triliun. Capaian tersebut belum termasuk perolehan laba 17 BUMN terbuka (listed) pada kuartal ke-empat 2010," demikian kutipan siaran pers tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada sektor energi, Kementerian BUMN memperkirakan laba bersih berasal dari dua perusahaan besar yaitu PT Pertamina (Persero) sebesar Rp15,3 triliun dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Rp13,68 triliun.
Urutan kedua BUMN sebagai penyumbang laba bersih terbesar 2010 adalah BUMN sektor perbankan yang menyumbang hingga Rp16,59 triliun. Posisi ketiga diisi oleh BUMN sektor telekomunikasi yang mencapai Rp11,95 triliun.
Menteri Negara BUMN, Mustafa Abubakar mengatakan sejumlah program ungggulan dan strategis yang dilaksanakan di 2010 antara lain konversi minyak ke gas, pembangkit listrk 10.000 MW, pembangunan jalan tol trans Jawa 1000 KM, pembangunan rumah susun sederhana 10000 Tower dan penyaluran KUR.
"Peningkatan laba tersebut diproyeksikan akan lebih besar lagi karena belum memasukkan 17 perusahaan yang listing di Bursa Efek, kinerja ini akan terus didorong dan ditingkatkan menjadi lebih baik lagi," ujarnya Jumat (31/12/2010).
Untuk total aset, Kementerian BUMN pada 2010 diperkirakan meningkat menjadi Rp 2,38 triliun atau lebih tinggi dibandingkan dengan total aset BUMN di 2009 yang hanya mencapai Rp 2,25 triliun.
BUMN merilis, pencapaian deviden tahun 2010 juga diperkirakan akan lebih besar dari 2009. Dimana pada 2009 hanya sebesar Rp 28,9 triliun meningkat menjadi Rp 29,9 triliun di 2010. Realisasi belanja modal atau capex tahun 2010 mencapai Rp 197 triliun. (dru/dru)











































