Beras, Listrik, dan Cabai Merah Sumbang Inflasi Terbesar di 2010

Beras, Listrik, dan Cabai Merah Sumbang Inflasi Terbesar di 2010

Ramdhania El Hida - detikFinance
Senin, 03 Jan 2011 13:08 WIB
Jakarta -

Sepanjang 2010, laju inflasi di Indonsia mencapai 6,96%. Ada 3 sumber utama pendorong inflasi ini yaitu kenaikan harga beras, tarif listrik, dan cabai merah.

Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan dalam jumpa per di kantornya, Jalan DR Sutomo, Jakarta, Senin (3/1/2011).

"Jenis barang dan jasa yang dominan memberikan sumbangan inflasi selama tahun 2010 antara lain beras 1,29%, tarif listrik 0,36%, dan cabai merah 0,32%," jelas Rusman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, yang menjadi penyumbang inflasi sepanjang 2010 adalah emas perhiasan menyumbang 0,27%, bawang merah 0,25%, nasi dengan lauk 0,24%, cabai rawit dan tarif jasa perpanjangan STNK masing-masing 0,22%, rokok kretek filter 0,16%, daging ayam ras dan bawang putih masing-masing 0,15%, ikan segar 0,14%, minyak goreng, sewa rumah dan tarif angkutan udara masing-masing 0,13%, tarif kontrak rumah 0,12%, mie 0,11%, telur ayam ras, rokok kretek, dan upah tukang bukan mandor 0,08%.

Dilihat dari besarnya sumbangan/andil inflasi, selama tahun 2010 kelompok bahan makanan memberikan andil inflasi 3,5%, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 1,23 %, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 1,01%, kelompok sandang 0,45 %, kelompok kesehatan 0,09%, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,23%, dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan memberikan sumbangan inflasi 0,45%.

Selama tahun 2010 kelompok-kelompok pengeluaran mengalami inflasi, masing-masing:

  • kelompok bahan makanan 15,64 %
  • kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 6,96%
  • kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 4,08%
  • kelompok sandang 6,51%
  • kelompok kesehatan 2,19%
  • kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 3,29%
  • kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 2,69%
(dnl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads