Sepanjang 2010, laju inflasi di Indonsia mencapai 6,96%. Ada 3 sumber utama pendorong inflasi ini yaitu kenaikan harga beras, tarif listrik, dan cabai merah.
Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan dalam jumpa per di kantornya, Jalan DR Sutomo, Jakarta, Senin (3/1/2011).
"Jenis barang dan jasa yang dominan memberikan sumbangan inflasi selama tahun 2010 antara lain beras 1,29%, tarif listrik 0,36%, dan cabai merah 0,32%," jelas Rusman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilihat dari besarnya sumbangan/andil inflasi, selama tahun 2010 kelompok bahan makanan memberikan andil inflasi 3,5%, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 1,23 %, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 1,01%, kelompok sandang 0,45 %, kelompok kesehatan 0,09%, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,23%, dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan memberikan sumbangan inflasi 0,45%.
Selama tahun 2010 kelompok-kelompok pengeluaran mengalami inflasi, masing-masing:
- kelompok bahan makanan 15,64 %
- kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 6,96%
- kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 4,08%
- kelompok sandang 6,51%
- kelompok kesehatan 2,19%
- kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 3,29%
- kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 2,69%











































