BI: Harga Cabai Tinggi karena Pedagang Ambil Untung Besar

BI: Harga Cabai Tinggi karena Pedagang Ambil Untung Besar

- detikFinance
Selasa, 04 Jan 2011 16:19 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) menemukan beberapa faktor yang menyebabkan harga cabai mengalami lonjakan yang signifikan. Salah satunya, adanya keuntungan (margin) yang cukup besar diambil pedagang pada saat proses distribusi ke masyarakat. Margin yang diambil oleh pedagang besar sampai 30% sementara itu pedagang eceran mengambil margin hingga 25% sebelum diberikan kepada konsumen.

Demikian Hasil Forum Kajian Ekonomi Regional BI yang diadakan tiap Triwulanan oleh KBI yang disampaikan Kepala Biro Humas Bank Indonesia Difi Ahmad Johansyah ketika ditemui di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (4/1/2011).

"Peta jalur distribusi Cabai Merah, antara lain di Jawa Tengah yakni dari Sentra Produksi Jateng dikirimkan ke pedagang besar di mana marginnya pedagang besar itu mencapai 20-30%," papar Difi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari pedagang besar, cabai dikirimkan ke pedagang eceran terlebih dahulu sebelum ke konsumen.

"Nah di pedagang eceran ini margin yang diambil sampai 20-25%. Oleh karena itu harga cabai tinggi sekali," katanya.

Selain cabai, Difi mengatakan untuk bawang merah juga sama yakni pedagang besar mengambil untung 40-50% dan pedagang eceran mengambil margin hingga 20-25%.

Lebih jauh Difi mengatakan, dari Hasil Forum Kajian Ekonomi Regional BI volatile food antara lain cabai merah, bawang merah, beras, daging ayam ras serta bumbu-bumbuan itu mengalami kenaikan menjadi penyebab utama inflasi di Jawa.

(dru/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads