Menurut Pengamat Ekonomi Drajad Wibowo, jika harga cabai ini mampu memengaruhi stabilitas makro negara maka hal ini sudah sangat mengkhawatirkan.
"Lucu sekali kalau stabilitas makro kita sampai tergantung cabai. Masak nanti stabilitas kurs Rupiah, suku bunga, lalu lintas modal akan goyang oleh harga cabai?" ujar Drajad melalui pesan singkatnya kepada detikFinance, Rabu (5/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Solusinya, gerakkan masyarakat untuk menanam cabai di rumah masing-masing. Gampang kok menanam cabai. Bisa di pot, di halaman sempit dan lain-lain. Saya juga masih hobi nanam cabai," tandasnya.
Pada Desember lalu, terjadi inflasi yang di luar prediksi pemerintah akibat kenaikan harga pangan seperti beras. Cabai pun turut menyumbang inflasi yang kenaikan harganya mencapai 125% jika dibandingkan dari awal tahun dengan akhir tahun 2010 (data Kementerian Perdagangan).
Bank Indonesia menilai kenaikan harga cabai yang merupakan volatile food ini disebabkan besarnya keuntungan yang diambil pedagang dengan margin hingga 30%. Pasalnya, petani mengaku tidak mendapatkan keuntungan yang besar dari kenaikan harga pangan yang 'pedas' ini.
(nia/ang)











































