"Biasa saja lah. Kita kan makan beras, bukan cabai," kata Bibit usai rapat di Dinas Pemuda dan Olahraga Jateng, Jl. Ki Mangunsarkoro Semarang, Kamis (6/1/2010).
Bibit menilai, cabai bukan barang yang dikonsumsi dalam jumlah besar. Sehingga masyarakat tak perlu risau. Agar tidak terbebani, masyarakat diminta mengurangi mengonsumsi cabai. Ia yakin, harga cabai akan berangsur-angsur turun dengan sendirinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bibit menyarankan, masyarakat mulai memikirkan menanam cabai sendiri di rumah. "Pakai pot kecil itu saja bisa. Kasih pupuk, beres. Saya di rumah juga begitu. Daripada ribut kalau sewaktu-waktu harganya naik," imbuhnya.
Politisi asal PDIP ini tidak yakin kenaikan harga cabai disebabkan banyak lahan yang terkena dampak erupsi Gunung Merapi. Pasalnya, lonjakan itu terjadi di mana-mana. Menurutnya, lahan yang terkena dampak erupsi tak mempengaruhi kondisi nasional.
Berdasarkan survei Disperindag Jateng hari ini di Semarang dan sekitarnya, harga cabai berkisar Rp 80.000-90.000 per kilogram. Di pasaran, harganya bisa mencapai Rp 85.000-95.000.
(try/ang)










































