Pemerintah Siapkan Jurus Hadapi Lonjakan Harga Pangan

Pemerintah Siapkan Jurus Hadapi Lonjakan Harga Pangan

- detikFinance
Kamis, 06 Jan 2011 16:58 WIB
Pemerintah Siapkan Jurus Hadapi Lonjakan Harga Pangan
Jakarta - Pemerintah menggelontorkan sejumlah kebijakan untuk mengatasi lonjakan harga pangan dunia. Kebijakan difokuskan untuk mengamankan produk makanan pokok seperti beras.

"Untuk konsumsi beras proporsi beratnya paling besar, apalagi masyarakat yg berpenghasilan rendah jadi pemerintah mempunyai dua pendekatan untuk beras dan beberapa komoditi pokok yang lain," ujar Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (6/1/2011).

Salah satu kebijakan adalah dengan melakukan stabilisasi harga beras. Untuk kebijakan ini, pemerintah akan kembali menggelar operasi pasar hingga masuk masa panen beras nanti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Instrumennya operasi pasar yang sudah diintensifkan dua bulan tekahir dan akan dilanjutkan terus sampai panen, Bulog punya sekitar 500 ribu ton untuk melakukan OP (operasi pasar)," paparnya.

Selain itu, lanjut Mari, pemerintah akan menjaga stok beras di gudang Perum Bulog yaitu sebesar 1,5 juta ton, baik melalui impor beras ataupun produksi beras lokal.

"Kedua, menjaga stok. Jadi Bulog targetnya 1,5 juta ton, baik mengadakan dalam negeri maupun luar negeri, bulog sudah melakukan impor untuk mengisi kekurangan karena ini bukan musim panen, dan bulog diberikan fleksibilitas yang maksimal untuk pengadaan dalam negeri, maupun luar negeri," ujarnya.

Kemudian, Mari menyatakan adanya penyaluran raskin pada bulan Februari nanti yang akan dilakukan secara rapel.

"Raskin ke-13 sudah diluncurkan pada Desember dan sekarang 3 bulan pertama akan kita tingkatkan, misalnya dua bulan raskin pada Februari," tandasnya.

Sebagai informasi, pemerintah melalui Perum Bulog telah merapel penyaluran raskin untuk bulan Agustus-September 2010 dalam satu bulan. Ini dilakukan untuk menekan harga beras jelang puasa dan lebaran.

Sebagai informasi, dalam 1 bulan jika satu bulan raskin disalurkan sebesar 265.000 ton maka jika dirapel secara total mencapai 530.000 ton.

Sementara untuk komoditas lainnya seperti gula, Mari mengungkapkan akan menjaga stok dan menjaga stabilitas harganya.

"Keputusan impor sudah diberlakukan sejak september, kita sedang mengevaluasi, akan saya panggil semua importir apakah barang akan masuk atau bagaimana utk mengisi 5 bulan pertama sebelum musim giling," imbuhnya.

(nia/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads